Vietnam Tingkatkan Anggaran Militer Menjadi Rp 68 Triliun

Pencabutan embargo penjualan senjata Amerika Serikat terhadap Vietnam secara tidak langsung berpengaruh terhadap anggaran belanja militer negara itu. Vietnam telah meningkatkan anggaran belanja militernya hingga mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 68 triliun.

Tahun lalu, Stockholm International Peace Research Institute menyebutkan bahwa Vietnam memiliki anggaran sebesar 4,4 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 59,9 triliun untuk membeli peralatan tempur. Jumlah itu mengalami peningkatan cukup besar dibanding 10 tahun lalu, yaitu sebesar 1 miliar dolar AS atau hampir setara dengan Rp 13,6 triliun.

Jon Grevatt dari Asia Pacific Defense Industry Analyst memperkirakan bahwa belanja pertahanan Vietnam akan meningkat menjadi 6,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 84,4 triliun pada tahun 2020.

Jumlah peningkatan itu termasuk tinggi, meski anggaran Vietnam tidak seberapa bila dibandingkan dengan anggaran belanja militer negara-negara di dunia. Amerika Serikat merupakan negara terbesar yang menghabiskan dana untuk pertahanan. Menurut SIPRI, Amerika Serikat mengeluarkan dana sebesar 596 miliar dolar AS atau sekitar Rp 8.109 triliun pada tahun 2015 untuk belanja pertahanannya.

Selama beberapa tahun, sekitar 80 persen anggaran militer Vietnam digunakan untuk membeli perlengkapan tempur dari Rusia. Vietnam telah meningkatkan kemampuan tempur, baik di darat maupun di laut, terutama di pantai.

Sejak Amerika Serikat mencabut sanksi militer ke Vietnam pada tahun 2014, negeri Paman Sam itu mulai membanjiri Vietnam dengan berbagai senjata perang. Baru-baru ini, Amerika Serikat mengirimkan enam unit kapal perang ke Vietnam untuk memperkuat pengawalan pantai dan melawan ambisi Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Sumber: Tempo.co