Home » Alutsita Canggih » Pembelian Rafale India Kemungkinan Kembali Tertunda

Pembelian Rafale India Kemungkinan Kembali Tertunda

Bulan lalu, India terlihat sedang dalam tahap akhir penandatanganan kesepakatan pembelian 36 pesawat tempur Rafale dari Perancis. Pada saat itu, kedua belah pihak akhirnya menyetujui harga pembelian Rafale. Pada bulan Mei, Kementerian Hukum dan Keadilan India mulai mengawasi kesepakatan akuisisi Rafale, terutama untuk menghindari praktek korupsi (seperti yang pernah terjadi pada kesepakatan pembelian helikopter AgustaWestland).

Dibawah program Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA) – Angkatan Udara India (IAF) sebenarnya menginginkan untuk membeli 126 pesawat tempur multiperan medium dengan opsi harus dibangun di India.

Biaya yang mahal akhirnya mendorong Kementerian Pertahanan India untuk memotong jumlah pembelian menjadi jauh lebih kecil, dan tanpa opsi transfer teknologi. Namun, tampaknya tidak semua pihak di Pemerintahan India nyaman dengan harga sebesar US$ 9 milyar untuk dua skuadron tempur.

Uang sebesar US$ 9 miliar bukan jumlah yang kecil dan dengan banyak pilihan pesawat tempur untuk India, tampaknya IAF harus meninjau ulang rencana pembelian Rafale. Beberapa pihak di Pemerintah India mengajukan pertanyaan penting, ” Dengan uang sebesar itu, adakah keuntungan yang setimpal bagi India?”.

Hanya ada satu aspek penting yang berharga dalam pembelian Rafale bagi India, yakni Offset Klausa, nantinya sektor pertahanan swasta India akan menerima investasi dari Thales Group dan Safran Group. Perusahaan ini nantinya akan membantu industri pertahanan India di bidang pengembangan avionik dan propulsi.

Quwa.Org