Melihat Jeroan Pesawat CN 235 MPA

Pesawat CN-235 MPA melakukan debut internasional yang terbaru pada Singapore Airshow lalu. Pesawat ini, sudah jauh berkembang dari versi pendahulunya. Selain dilengkapi sistem pengintaian yang canggih, pesawat ini juga dapat mengangkut sejumlah jenis rudal.

Pesawat CN-235 terbaru telah menggunakan desain winglet, untuk mengefisienkan gaya hambat yang juga penghematan bahan bakar. Dengan penghematan bahan bakar ini, CN 235 MPA bisa lebih lama di udara sehingga cocok untuk operasi maritim.

Radar pesawat ditempatkan pada perut pesawat, seperti konfigurasi CN-235 milik Coast Guard Korsel. Selain itu terdapat pula bubble window pada bagian belakang pesawat yang berfungsi sebagai tempat awak pesawat melakukan pengamatan secara visual.

CN 235 MPA buatan PT DI merupakan pesawat medium-range twin-engine yang bisa dipasang: Radar Seaspray 4000 dari BAE Systems, Radar AN/APS-134 produksi Raytheon atau Ocean Master 100 buatan Thales.

Perusahaan elektronik pesawat dan defence system Thales, penyuplai piranti AMASCOS yakni, Airborne Maritime Situation Control System, termasuk juga Ocean Master search radar produksi Thales dan EADS.

Thales juga menyuplai pengadaan : Elettronica ALR 733 radar warning receiver, The Chlio thermal imager buatan Thales Optronique, Gemini navigation computer dari Thales Avionics serta AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection (MAD) system dari CAE.

CN 235 MPA dilengkapi tiga hardpoints di bawah masing-masing sayapnya yang mampu membawa Rudal Anti kapal Harpoon.

Pesawat CN 235 MPA Indonesia mampu membawa dua torpedo mk46 atau exocet M-39 air-launch anti-ship missiles. Hardpoint sisanya kemungkinan ditujukan untuk mengangkut rudal anti pesawat, sebagai pertahanan diri.

Departemen Pertahanan memesan 24 CN 235 ke PT DI, termasuk 6 pesawat untuk maritime reconnaissance TNI AL serta tiga untuk TNI AU.

Sumber : Arc.web.id dan airforce-technology.com