Perkuat Perbatasan, Bandara Bunyu Direncanakan Aktif Kembali

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berniat menghidupkan kembali satu bandara yang berada di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Bandara yang sudah tidak digunakan selama 18 tahun tersebut dianggap cocok untuk mengamankan wilayah perbatasan.

Danlanud Tarakan, Kolonel Penerbang Umar Fatuhrohman, mengungkapkan bahwa keinginan untuk menjadikan bandara Bunyu sebagai pangkalan pesawat TNI AU berawal dari kunjungan Gubernur Irianto Lambrie bersama dirinya ke lokasi tersebut, beberapa waktu lalu.

“Gubenur melihat bahwa bandara Bunyu ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai pangkalan TNI AU dalam mengamankan wilayah perbatasan dan juga mengamankan obyek vital yang ada di Pulau Bunyu ini. Apalagi, di Pulau Bunyu ini ada kilang Migas PT Pertamina yang memang perlu kita amankan,” ujar Umar usai meninjau bandara Bunyu, Kamis (26/05).

Umar melihat, runway bandara Bunyu masih bagus dan cocok untuk dijadikan landasan pesawat terbang TNI AU.

“Dengan panjang 1.100 meter ini pesawat Cassa dan pesawat Hercules bisa mendarat di sini. Bahkan saya melihat runway dapat diperpanjang lagi sampai 1.700 meter, karena masih ada lahan yang kosong yang bisa dijadikan runway. Sedangkan untuk apron bandara ini bisa menampung antara 2 hingga 3 pesawat,” ujar Umar.

Umar mengatakan bahwa dirinya akan segera melapor kepada pimpinannya di Mabes TNI AU untuk menindaklanjuti dan mendiskusikan hal tersebut. Menurutnya, bandara pertahanan diperlukan untuk meningkatkan pengamanan daerah perbatasan.

Sumber: Tribun Kaltim