Home » Militer Indonesia » Mesin F414-GE-400 Untuk KF-X, dan 50 IF-X Untuk Indonesia

Mesin F414-GE-400 Untuk KF-X, dan 50 IF-X Untuk Indonesia

General Electric Co (GE.N) telah memenangkan tender untuk memasok mesin pesawat tempur project KF-X, GE mengalahkan konsorsium Eropa dalam sebuah kesepakatan yang bisa bernilai sekitar US$ 3,5 miliar.

Keputusan tersebut diumumkan pada hari Kamis oleh lembaga pengadaan senjata Korea (DAPA) menandai langkah terbaru dalam rencana multi-miliar dolar Seoul untuk mengembangkan jet tempur sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada militer AS untuk pertahanan udaranya.

Langkah ini memberikan GE status pemenang lelang, dengan kontrak diharapkan akan diselesaikan dan ditandatangani pada bulan Juni. Rincian keuangan tidak diungkapkan, tetapi media Korea Selatan memperkirakan kesepakatan dapat bernilai sekitar 4 milyar Won lebih.

Tahun lalu, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan memilih Korea Aerospace Industries Ltd (KAI), yang bermitra dengan Lockheed Martin Corp (LMT.N), untuk mengembangkan project KF-X senilai 8,7 triliun won (US$ 7.4 milyar).

Korea Utara dan Korea Selatan, secara teknis masih dalam konflik perang sejak 1950-1953 yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, keduanya dipisahkan oleh perbatasan yang paling termiliterisasi di dunia.

KAI berencana untuk mengembangkan dan memproduksi 170 jet bermesin ganda awalnya, dengan 50 pesawat tempur diantaranya ditujukan untuk di ekspor ke Indonesia, ungkap seseorang (dirahasiakan) yang memiliki pengetahuan tentang masalah ini kepada Reuters, karena informasi yang bersifat rahasia.

Mesin yang lebih diharapkan akan dijual jika KAI berhasil mengekspor pesawat tempur KF-X ke negara-negara lain, yang mencari pengganti pesawat tempur yang relatif lebih murah daripada pesawat tempur buatan AS.

Untuk tenaga pesawat, KAI telah memilih mesin F414-GE-400 yang diproduksi oleh GE Aviation, dibandingkan tawaran mesin Eurojet EJ200 yang dibuat oleh sebuah konsorsium yang terdiri dari Rolls-Royce Holdings PLC (RR.L) dan MTU Aero mesin AG (MTXGn.DE).

GE Aviation mencetak hasil yang lebih baik daripada Eurojet dalam empat kriteria utama dalam kontrak lelang, empat kriteria tersebut adalah teknologi, biaya, komponen lokal dan manajemen.

Korea Selatan berencana untuk memproduksi secara lokal bagian dari mesin KF-X pada tahun 2022, ungkap DAPA.

Reuters