Hangusnya Helikopter Rusia dan Bantahan Pihak Rusia

Militer Rusia mengalami kemunduran di Suriah saat kebakaran menghancurkan empat helikopter Mi-24 pekan lalu, namun para pejabat AS memberitahu Fox News, intelijen percaya itu adalah sebuah ‘kecelakaan’ bukan akibat serangan dari ISIS.

Kebakaran juga menghancurkan lebih dari selusin truk di sebuah pangkalan udara di Tiyas, kira-kira setengah jalan antara Homs dan Palmyra.

Pada tanggal 14 Mei, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pangkalan Rusia, yang dikenal secara lokal sebagai serangan “T4.” jet tempur milik rezim Suriah dilaporkan juga hancur.

Pada hari Selasa, perusahaan intelijen AS, Stratfor menerbitkan gambar satelit yang menunjukkan kehancuran bagian dari basis termasuk sisa-sisa hangus dari helikopter serang Rusia dan depot pasokan. Analis Stratfor mengatakan mereka percaya klaim ISIS tersebut valid.

Para pejabat AS mengatakan kepada Fox News bahwa tim intelijen lebih meyakini ledakan tangki bahan bakar akibat kecelakaan yang disebabkan kerusakan teknis. Tidak jelas apa yang bisa memicu ledakan yang mengakibatkan ledakan besar di landasan.

“Analisis Stratfor yang salah,” kata seorang pejabat AS kepada Fox News. Seorang pejabat lainnya mengatakan, “Tidak ada indikasi serangan dilakukan ISIS.”

Ketika ditanya tentang penyebabnya, kata pejabat lain, “Pengisian (bahan bakar) bisa berbahaya.”

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Selasa mengatakan semua helikopter Rusia dipertanggungjawabkan dan gambar dari landasan pacu yang hangus merupakan kejadian bulan lalu, dan terjadi akibat peperangan antara rezim Suriah dan kelompok militan.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov menambahkan, “Desas-desus tentang kehancuran sekelompok helikopter Rusia dan dua lusin truk diciptakan oleh propaganda [ISIS] yang gagal mencoba ‘menjual’ sepotong dugaan berita yang terjadi 10 hari yang lalu,” tulis TASS, kantor berita Rusia.

Pemboman diklaim dilakukan oleh ISIS di Latakia dan Tartus, benteng pertahanan rezim Assad di sepanjang pantai Mediterania, menewaskan lebih dari 190 warga Suriah pekan ini.

Militay.Com