Babak Baru Sistem Pertahanan Udara TNI AD

Selama ini yang kita tahu, sistem pertahanan udara TNI AD, lebih banyak mengandalkan meriam, baik yang single barrel, twin maupun tripple barrel.

Meriam yang digunakan arhanud TNI-AD selain meriam kaliber 20 mm rheinmetal buatan jerman, meriam S-60 kaliber 57 mm dan L-60 kaliber 40mm, ada juga meriam 23mm zur komposit rudal grom baru buatan Polandia. Adapun untuk rudal, RBS Swedia dan Propad.

Sementara satuan Kostrad Yonarhanudri-1 Divif-1, menggunakan :

1. Senapan mesin berat DsHK 12,7 mm buatan Rusia
2. Meriam 23 mm giant bow buatan China
3. Meriam 40 mm L-70 buatan Swedia
4. dan BCV battery Comand Vehicle buatan China

Sedangkan Yonarhanudri-2, menggunakan rudal RBS-70.

Kini platform rudal starstreak yang dipesan TNI AD, telah datang ke PT LEN, yang akan mengintegrasikan rudal tersebut ke dalam kendaraan Land Rover. Mengapa disebut babak baru pertahanan udara TNI AD. Karena jika melihat, gambar ini, cukup banyak Rudal Starstreak yang akan dipasang di kendaraan Land Rover.

Dengan kendaraan ini, mobilitas pasukan menjadi cepat dan bisa digerakkan dengan cepat ke wilayah yang ditentukan.

Uro Vamtac di PT LEN Uro Vamtac membawa Launcher Rapid Ranger rudal Starstreak

TNI AD juga akan memiliki sistem pertahanan udara jarak dekat, yang bereaksi lebih cepat, yakni rudal starstreak yang dipasang di peluncur Rapid Ranger, dengan platform kendaraan Vamtac.