Home » Alutsita Canggih » Setelah Rafale, Mungkinkah India Memilih F-16 ?

Setelah Rafale, Mungkinkah India Memilih F-16 ?

Perusahaan dirgantara Lockheed, Boeing dan Saab saat ini sedang berlomba untuk memenangkan kontrak besar pengadaan pesawat tempur di India.

India masih membutuhkan ratusan pesawat tempur setelah India menurunkan pesanan pembelian Rafale karena masalah perbedaan harga.

Sekitar sepertiga dari 650 jet tempur India berusia lebih dari 40 tahun, membuat pertahanan India sangat beresiko disaat tetangganya, China meningkatkan kemampuan militernya.

Menggantinya dengan pesawat buatan dalam negeri akan meningkatkan pertahanan dan membantu mencapai tujuan Modi untuk mengubah India dari importir persenjataan terbesar di dunia menjadi pusat manufaktur pertahanan global.

Lockheed dan Tata Advanced Systems telah memiliki usaha patungan sejak tahun 2012 untuk membangun bagian ekor dan komponen wing-box untuk pesawat kargo C-130, dan Lockheed Martin mengincar Tata Group untuk menjadi mitra potensial.

Sementara itu Tata Advanced System tidak mengomentari kemungkinan kerjasama dengan Lockheed untuk membangun F-16.

DefenceWorld

Tags: