Home » Indonesia Menjadi Medan Perang di Waktu Mendatang

Indonesia Menjadi Medan Perang di Waktu Mendatang

  • Uncategorized

Banyak negara luar memandang Indonesia sebagai sebuah harapan, misalnya wilayah Papua yang kaya “sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi”. Itu menggambarkan betapa kayanya Indonesia dan sangat menjanjikan hidup bagi manusia. Maka tidak heran saat ini dan ke depan banyak negara berkepentingan untuk menguasainya, sangat beralasan setiap negara berkepentingan dalam pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan hidup warga negaranya.

Penduduk dunia terus bertambah secara signifikan bahkan saat ini sudah tiga kali lipat populasi idealnya, bahkan empat kali lipat saat menyongsong Indonesia Emas, disatu sisi persediaan energi, pangan dan air semakin berkurang. Inilah yang akan memicu konflik antar negara, rebutan pemenuhan kebutuhan yang sangat mendasar yaitu ; pangan, energi dan air serta Indonesia menjadi medan Perang ekonomi.

“Ancaman itu sudah sangat nyata dan ada tetapi kurang dipahami kita” di semua lini kehidupan bernegara, berbangsa bahkan di keluarga. Tujuannya melemahkan, menguasai sampai kepada penghancuran bangsa Indonesia melalui perang Proxy (Proxy War), wujudnya penyalahgunaan narkoba, demo buruh melakukan intimidasi, tawuran mahasiswa, adu domba TNI-Polri, memecah belah Partai Politik, Regulasi tidak memihak rakyat dan rekayasa sosial melalui media.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan diperukan sarana untuk menyamakan visi, sehingga pemerintah daerah dengan pemerintah pusat menjadi satu kesatuan dalam membangun bangsa ini. Hal itu karena pembangunan harus diselesaikan secara berkesinambungan atau secara semesta.

Jenderal Gatot Nurmantyo sangat menyadari bahwa melaksanakan tugas UU TNI No. 34 tahun 2004 adalah tugas yang sangat berat bila hanya dipikul TNI semata. TNI juga tidak didesain untuk itu, maka inilah sebenarnya kepentingan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan ceramah dihadapan 102 Kepala Daerah dalam Pembekalan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan II Hasil Pilkada tahun 2015, di Kemendagri, Jakarta,(27/5/2016).

“Jadi pemerintah daerah jangan sampai berdiri sendiri-sendiri dan tidak terkonek dengan pemerintah pusat, kemudian mengapa saya hadir dua kali di sini, karena memang yang punya kepentingan bukan Mendagri, justru saya yang punya kepentingan dalam menghadapi ancaman ke depan, karena perang itu memasuki berbagai kehidupan, berbangsa dan berumah tangga,” ujar Panglima TNI.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan semua Bupati/Walikota, adalah pemimpin yang nyata, dipilih oleh rakyatnya. “Saya berpesan kepada Bupati dan Walikota dalam mewujudkan keamanan, persatuan dan kesatuan, agar membantu bersama-sama program pemerintah pusat, sehingga Indonesia menjadi bangsa pemenang dalam segi apapun,” pungkasnya.

Sumber : Puspen TNI