Indonesia Akan Beli Beriev BE-200, Inilah Keunggulannya…

Akhir tahun 2015 lalu, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna sempat mengungkapkan bahwa mulai tahun 2016 hingga 2019 mendatang, TNI AU akan membeli sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru yang lebih modern, salah satunya adalah pesawat pemadam kebakaran Beriev BE-200.

Pesawat terbang asal Rusia ini dilirik lantaran sejumlah keunggulan yang dianggap cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Pemerintah Indonesia bahkan telah menganggarkan pembelian empat unit pesawat Beriev BE-200 untuk kebutuhan alutsista.

Pesawat ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989 dan baru mendapatkan izin produksi dari Pemerintah Rusia setahun kemudian. Pesawat berbobot 27.600 kilogram ini mampu lepas landas dan mendarat, baik di daratan maupun di permukaan air. Beriev BE-200 didesain dengan menggunakan teknologi penerbangan modern sebagai pesawat pemadam kebakaran, yang juga bisa digunakan untuk penyelamatan, patroli keamanan laut, bahkan mengangkut penumpang dan kargo. Selain membawa 2 awak, pesawat ini mampu mengangkut penumpang hingga 44 orang.

Salah satu keunggulan uniknya adalah Beriev BE-200 memiliki dua mesin jet di atas sayap, yang bisa langsung menyedot air ke dalam lambung pesawat tanpa harus mendarat di air, melainkan hanya perlu terbang sejajar dengan permukaan air. Kapasitas angkut air Beriev BE-200 mencapai 12 ton (12.000 liter atau 3.170 galon). Pesawat dengan panjang 32 meter dan bentang sayap mencapai 32,8 meter ini mampu terbang dengan kecepatan maksimum 700 km/jam. Tidak heran jika pesawat canggih ini dibanderol dengan harga yang cukup fantastis, yaitu mencapai 40 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 546 miliar rupiah per unit.

Di Indonesia sendiri, pesawat amfibi ini akan sangat membantu tugas tim SAR, terutama dalam menanggulangi kebakaran hutan dan juga untuk penyemaian garam hujan buatan di daerah yang terkena bencana asap.