Dibanding F-16, DPR Lebih Memilih Su-35

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan pembelian Sukhoi Su-35 dari Rusia akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo meskipun Menhan menginginkan pembelian pesawat tempur tersebut.

Hasanuddin mengakui Sukhoi Su-35 memiliki banyak kelebihan dibanding pesawat tempur jenis lain, seperti F-16.
Menurut TB Hassanudin ada tiga keunggulan SU-35 dibanding F-16,

Pertama menurutnya para pilot Indonesia sudah familiar dengan pesawat tempur buatan Rusia.
Kedua, SU-35 lebih unggul daripada F-16.
Ketiga, Su-35 kemungkinan di embargo tidak mungkin terjadi, berbeda dengan pesawat tempur buatan Amerika yang besar kemungkinan di embargo.

“Pembelian alutsista tidak lepas dari keputusan politik kedua negara, kemudian geopolitiknya seperti apa, strateginya seperti apa, ada pertimbangan-pertimbangan khusus. Tapi kita serahkan kepada pemerintah. Pemerintah yang lebih tahu kebutuhan pemerintah. Kita loyal apa kata Presiden,” kata TB Hasanuddin menutup perbincangannya.

Pilot TNI harus bersabar empat tahun lagi

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan. Brigjen Djundan Eko Bintoro menyatakan, sampai sekarang Kementerian Pertahanan masih mengkaji skema pembayaran pesawat tempur buatan Rusia.

Menurutnya Indonesia belum melakukan tahap penandatanganan kontrak pembelian. Kalau sudah ada tanda tangan kontrak maka sistem pembelian jet tempur tersebut sudah selesai.

Rencana pembelian Sukhoi SU-35 masuk pada rencana strategis (renstra) 2015 – 2019. Berarti pembelian pesawat tempur baru akan selesai dalam waktu empat tahun mendatang.

Menurutnya semoga rencana pembelian itu bisa tercapai sesuai dengan jadwal, dan sekarang pihak Kemenhan masih terus mematangkan pembelian pesawat canggih yang harganya berkisar US$ 65 juta lebih itu. “Akan secepatnya kami selesaikan,” tutup Brigjen Djundan.

JawaPos