Pulau Funtasy Island Bukan Punya Singapura

Batam – Komando Distrik Militer 0316/Batam, memasang bendera merah putih di Pulau Funtasy Island, Batam Kepulauan Riau, yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, sebagai tanda pulau iniu masuk wilayah Negara Indonesia.

“Sebenarnya di pulau itu telah ada bendera Indonesia, tapi di pos ‘security’ kurang besar, jadi kami ke sana, kasih contohnya seperti ini, kurang panjang, dicor, biar nampak,” ujar Komandan Kodim 0316/Batam Letkol Inf Andreas Nanang di Batam, (30/05/2016).

Letkol Andreas menegaskan pulau yang disebut-sebut sebagai resort terbesar di dunia itu adalah bagian dari NKRI, bukan masuk wilayah Singapura, seperti yang diberitakan media massa.

Dandim juga memastikan tidak ada batasan bagi warga negara Indonesia untuk memasuki kawasan pariwisata yang terdiri dari rangkaian tujuh pulau Kepulauan Manis tersebut.

“Tidak benar kalau WNI mau masuk ke sana harus pakai paspor, pakai paspor itu untuk warga negara lain yang mau masuk,” tegasnya.

Selanjutnya, Letkol Andreas meminta agar seluruh pulau, terutama pulau-pulau yang berada di perbatasan NKRI untuk memasang bendera merah putih, menandakan pulau itu masuk wilayah NKRI.

Letkol Andreas juga berharap pemerintah daerah melalui lurah, RW dan RT memasang bendera. Dan kepada pihak swasta yang mengelola pulau, juga memasang bendera Indonesia, demi mengantisipasi kesalahpahaman wilayah.

“Arahkan swasta yang di wilayah kita mengibarkan merah putih, kedaulatan negara agar masyarakat, perusahaan menjaga jangan sampai nasionalisme luntur,” ujarnya.

Pulau Funtasy Island, Batam

Sebelumnya, web resmi Funtasy Island menampilkan gambar seolah-olah kawasan pariwisata itu berada di Singapura. Sebuah media terbitan Singapura juga menyebutkan Funtasy Island berada di negara mereka.

Komisaris PT Batam Island Marina Ade Sobari membantah sengaja menampilkan informasi salah itu. Dia menegaskan Funtasy Island akan dapat diakses dari Pelabuhan Sekupang Pulau batam dan boleh dikunjungi oleh warga negara Indonesia.

Tidak benar wahana rekreasi bertema lingkungan alam (eco-themepark) itu hanya bisa diakses dari Singapura dan hanya untuk orang asing, ujar Ade.

Saat itu, dia mengakui akan membuka pelayaran langsung dari Singapura ke Funtasy Island, namun tidak berarti itu satu-satunya pelayaran untuk memasuki gugusan Pulau Manis itu. “CIQP (bea dan cukai, imigrasi, karantina dan port-red) sudah ada,” ujarnya.

Kawasan Funtasy Island dibangun di atas gugusan tujuh atol seluas 200 hektare, jika digabung dengan wilayah laut seluas 630 hektare. Dari 200 hektare wilayah tanah, 30 persen yang digunakan untuk pembangunan vila dan berbagai wahana rekreasi lainnya.

Funtasy Island dikembangkan PT Batam Island Marina menggunakan modal dalam negeri sebesar Rp 3 triliun yang bekerja sama dengan Funtasy Island Development dan Seven Seas Funtasy Venture untuk pemasaran ke Singapura.

Taman rekreasi bertema alam ini, bekerja sama dengan Disney Island yang dilengkapi fasilitas hotel mewah dan beraneka fasilitas rekreasi seperti snorkeling, menyelam, berlayar, safari hutan dan bakau, hingga spa.

Sumber : Rimanews.com