Home » Militer Indonesia » Kapal Selam Rusia di Perairan Atlantik Dianggap menantang AS

Kapal Selam Rusia di Perairan Atlantik Dianggap menantang AS

Kapal-kapal selam canggih milik Rusia terus bermanuver di Perairan Atlantik. Hal ini membuat Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) geram. Manuver-manuver kapal selam canggih yang mengintai pertahanan AS itu dianggap sudah menantang AS.

Dalam sebuah artikel di Proceedings Magazine, Komandan Angkatan Laut AS, Wakil Laksamana James Foggo III menyatakan Moskow telah meningkatkan kehadiran kapal selamnya di Samudera Atlantik dalam upaya untuk mempelajari kemampuan kapal selam AS.

”Kapal selam Rusia berkeliaran di Atlantik, menguji pertahanan kita, menghadapi komando kami dari laut, dan mempersiapkan battlespace bawah laut untuk memberi mereka keunggulan dalam konflik di masa depan,” Kata Foggo, seperti dikutip Sputniknews, Sabtu (4/6/2016).

Foggo juga menilai hal tersebut merupakan bukti bahwa kepentingan utama militer Moskow mengancam Barat.
”Tidak hanya tindakan dan kemampuan Rusia yang meningkat dalam cara yang mengkhawatirkan dan konfrontatif, kebijakan keamanan nasional yang ditujukan untuk menantang Amerika Serikat dan sekutu serta mitra NATO-nya,” pungkas Foggo.

Sementara pihak Militer Rusia belum menanggapi laporan kehadiran kapal selam mereka di Samudera Atlantik yang dianggap sudah menantang pertahanan AS tersebut.

Kekhawatiran komandan Angkatan Laut AS itu bertepatan dengan operasi Pentagon di dekat permerairan Rusia.
Sebelumnya pada april lalu, Pesawat tempur Rusia SU-27 telah mencegat pesawat mata-mata AS yang tengah mendekati perbatasannya di Laut Baltik.
Rusia menganggap manuver harus dilakukan lantaran pesawat AS itu mematikan transponder-nya yang diperlukan untuk identifikasi. Sementara
Pentagon mengatakan langkah itu merupakan cara yang tidak amanpada dan tidak profesional.

Ketegangan antara Rusia dan AS terus berlanjut menyangkut Eropa Timur. NATO sudah menggelarkan kekuatan militernya yang terbesar sejak Perang Dingin untuk menangkal apa yang mereka sebut Rusia yang semakin agresif.