Satu Lagi, Wartawan Senior Amerika Tewas di Afghanistan

Seorang wartawan foto senior dan seorang penerjemah dari sebuah media Amerika Serikat (AS) tewas saat menemani pasukan Afghanistan menyerang kelompok militan Taliban. Kedua korban tewas diidentifikasi bernama, David Gilkey dari National Public Radio (NPR) dan penerjemah bahasa Afghanistan, Zabihullah Tamanna. Keduanya dinyatakan tewas saat kendaraan mereka diserang roket 82mm oleh Taliban, di provinsi Helmand, Afghanistan selatan.

Zabihullah Tamanna (Kiri) dan David Gilkey (kanan) Saat sama-sama berugas meliput peristiwa di Afghanistan. (AFP)

Serangan artileri itu, juga menewaskan pengemudi, seorang tentara Afghanistan. Sementara Dua karyawan NPR lain yang bepergian bersama mereka, yaitu Tom Bowman dan Monika Evsatatieva, dilaporkan selamat, kata jaringan radio publik AS itu dalam sebuah pernyataan. Kendaraan Gilkey, 50 tahun, dan Tamanna, 38 tahun dihantam tembakan meriam jarak dekat di kota Marjah, kata NPR.

Tamanna adalah seorang fotografer dan jurnalis di Afghanistan, sekaligus penerjemah. Tahun lalu, ia meraih Edward R Murrow Award untuk liputan tentang berita internasional, konflik militer dan bencana alam.

polisi Afghanistan berjaga-jaga selama pertempuran dengan Taliban di Nahr-e Saraj di provinsi Helmand, Afghanistan (Abdul Malik/ Reuters)

Michael Oreskes, wakil presiden NPR, menyampaikan pengormatannya kepada sang fotografer. “David telah meliput perang dan konflik di Irak dan Afghanistan sejak 9/11. Ia penuh tekad untuk membantu masyarakat melihat peperangan ini dan orang-orang yang terjebak di dalamnya, dan ia meninggal dalam memperjuangkan komitmen itu…” paparnya dengan penuh rasa haru.

Gilkey adalah wartawan AS pertama di luar militer yang terbunuh dalam konflik di Afghanistan. Dia pernah mendapat serangkaian penghargaan selama karirnya, termasuk penghargaan Emmy nasional tahun 2007 untuk seri video tentang Marinir AS dari Michigan bertugas di Irak.

Pada tahun 2011, ia dinobatkan sebagai fotografer terbaik oleh Asosiasi Fotografer Gedung Putih, salah satu dari sembilan penghargaan yang ia terima dari lembaga itu. Karya investigasinya tentang dinas perawatan veteran dan liputannya atas krisis Ebola juga membuat NPR banyak mendapatkan Hadiah Jurnalisme.

David Gilkey (L), 50, saat melakukan pengambilan gambar di kota Marjah. (Istimewa)

Situs NPR menggambarkan David Gilkey, 50, sebagai fotografer dan editor video pemenang penghargaan, dan salah seorang wartawan pertama yang masuk ke Afghanistan tanpa kawalan setelah serangan teror tanggal 11 September 2001 di Amerika. David Gikley juga meliput konflik di Jalur Gaza antara Israel dan Hamas tahun 2008-2009, yang dikenal secara luas sebagai Perang Gaza, serta meliput bencana gempa dahsyat yang melanda Haiti pada awal tahun 2010.

Afghanistan adalah salah satu negara paling berbahaya untuk orang-orang yang bekerja di media. Setidaknya 27 wartawan tewas sejak 1992. Pada Januari lalu, sebanyak tujuh karyawan stasiun televisi Afghanistan tewas dalam serangan bunuh diri di Kabul yang diklaim oleh kelompok Taliban. Sedangkan, seorang wartawan foto dari Associated Press bernama Anja Niedringhaus juga tewas karena ditembak mati oleh polisi Afghanistan saat meliput pemilu pada 2014. (marksman// sumber : metrotvnews.com, voaindonesia.com dan bbc.com)