Jan 142019
 

Destroyer Jinan (DDG-152) China. (@ US DoD – Edward Guttierrez III)

Jakartagreater.com  –  Angkatan Laut Cina menambahkan 80 kapal perang dalam 5 tahun terakhir dan merupakan “kekuatan yang ada di sini untuk tetap tinggal”, kata kepala Angkatan Laut India Laksamana Sunil Lanba selama sesi Indo-Pasifik di Dialog Raisina, dirilis hindustantimes.com, 9-1-2019.

Para pemimpin senior militer India, Australia, Prancis, Jepang, dan AS pada hari Rabu 9-1-2019 memperjuangkan kebebasan, tatanan berdasarkan aturan dan aliansi strategis di Indo-Pasifik untuk menghadapi peningkatan jangkauan dan kekuatan China.

“Tidak ada Angkatan Laut yang tumbuh begitu cepat dalam 200 tahun terakhir seperti Angkatan Laut Cina,” katanya, seraya menambahkan pasukan itu memiliki 6 hingga 8 kapal perang di Samudra Hindia Utara.

Angkatan Laut Cina telah memiliki keberadaan permanen di Samudera Hindia, dalam bentuk pasukan pengawal anti-pembajakan, sejak 2008, katanya. “Tidak ada keraguan bahwa mereka menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan kemampuan militer mereka. Mereka memodernisasi kekuatan dan struktur komando mereka, ”tambahnya.

Panglima Angkatan Laut Prancis Laksamana Christophe Prazuck mengatakan negaranya sedang memantau perubahan dalam lanskap strategis karena Angkatan Laut Cina tumbuh sangat cepat di daerah di mana ia tidak ada selama berabad-abad.

Laksamana Philip Davidson, kepala Komando Indo-Pasifik AS, mengatakan negaranya berfokus pada kemampuan yang akan memungkinkannya untuk mendominasi di semua domain, termasuk aliansi dan kemitraan.

Laksamana Katsutoshi Kawano, Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang, mengatakan negaranya terlibat dalam “konflik parah” dengan Cina di Laut Cina Timur, sementara Jenderal Angus Campbell, Kepala Angkatan Pertahanan Australia, mengakui pertumbuhan dan kemampuan Cina yang meningkat telah menyebabkan ketidakpastian.

Menteri luar negeri Australia Marise Payne mengatakan negaranya dan India sama-sama mendukung “Indo-Pasifik yang terbuka dan inklusif”.  Dia menambahkan: “Masa depan kita masing-masing saling terkait dan sangat bergantung pada seberapa baik kita bekerja sama dalam menghadapi tantangan dan peluang di Samudra Hindia dalam beberapa dekade mendatang.”

Australia ingin mengembangkan, “kemitraan strategis yang mendalam dengan India, mendukung perannya sebagai jangkar” dan menyambut “kepemimpinan India di Samudera Hindia”, tambahnya.

Bagikan:

  4 Responses to “80 Kapal Perang Baru China dalam 5 Tahun, India Prihatin”

  1.  

    Lha koq prihatin… Klo sanggup ya buat sendiri, atau beli sono… jangan cengeng seperti pilot banci dari AS ya…

  2.  

    Peningkatan kekuatan militer tanpa dibatasi akan timbul perlombaan senjata bos , saling meningkatkan anggaran militer dan perlengkapan militer .. tidak terkendali dan sangat mungkin akan menimbulkan perang baru

    •  

      Itu teori salah kaprah dek…dan bertentangan dengan fakta empiris…yang buat perang selama ini kan yang satu lemah dan yang lainya kuat…!!!
      Kalo dua duanya kuat mungkin akan saling waspa dan banyak pertimbanganya untuk melakukan serangan….
      Teori kamu bilang itu dipopulerkan kaum dan negara negara kuat loe jadi itu lucu kalo negara lemah mengadopsinya…!!!

  3.  

    Inilah yg dikatakan mbah bowo…pasukan srigala biru dari gunung tianmen