Lantamal V Surabaya Tangkap Kapal Muatan Kayu Diduga Ilegal

Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V) Surabaya menangkap kapal berbendera Indonesia, MV. Bali Gianyar yang memuat 238 kontainer campuran yang diduga ilegal karena dokumennya bermasalah di Alur Pelabuhan Barat Surabaya (APBS) kawasan Tanjung Perak Surabaya< Jawa Timur. Dari hasil penyelidikan, diketahui sebanyak 238 kontainer, 122 kontainer kosong, 88 kontainer berisi kayu jati, dan 38 kontainer berisi barang campuran.

Kapal MV Bali Gianyar yang memuat ratusan kontainer berisi kayu diduga ilegal saat ditangkap Lantamal V Surabaya.

“Penangkapan dilakukan oleh Kapal AL Katon 1-5-34 yang berada di bawah Satkamla Lantamal V,” ujar Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah kepada wartawan di sela meninjau hasil tangkapan di Perairan Selat Madura, Selasa(7/6). menegaskan penangkapan kapal MV Bali Gianyar dilakukan pihaknya di wilayah Selat Madura pada 3 Juni lalu pukul 21.00 WIB.

Kronologi penangkapan berdasarkan informasi dari jajaran intelijen Lantamal V bahwa terjadi pengangkutan hasil hutan berupa kayu jati dari Kabupaten Bau-bau Sulawesi Tenggara menuju Surabaya yang diduga bermasalah dokumennya. “Saat kami tangkap, nakhoda Prasidi Utoyo tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen kayu dan nota dari perusahaan,” kata Brigjen (Mar) Rudy Andi Hamzah.

“Seluruh muatan diperiksa dan 19 awak kapal dimintai keterangan,” ucapnya. Menurut Rudy, kapal MV Gianyar terindikasi melakukan pelanggaran, terlihat dari dokumen hasil pemeriksaan yang ditemukan beberapa pelanggaran, di antaranya Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) yang tidak dilengkapi Faktur Angkut Kayu Olahan dan nota perusahaan sehingga tak sesuai dengan Permenhut P.42/Menhut II/2014. Pengangkutan kayu jati itu juga tidak dilengkapi dengan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) maupun Faktur Angkut Kayu Olahan (FAKO) sehingga melanggar pasal 50 ayat 3 huruf h UU 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Pemilik kayu dalam kontainer Kapal MV Bali Gianyar terancam pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 miliar.

Kapal MV Bali Gianyar dengan nomor lambung IMO 94499761 itu awalnya mengangkut kayu jati dari Kabupaten Bau-Bau Sulawesi Tenggara menuju Surabaya. Diduga kayu jati itu diambil dari Kecamatan Sampolowa, Batauga atau Lapandewa yang memang hasil hutannya dilarang untuk digunakan.

Dari pemeriksaan kepada nakhoda Prasidi Utoyo tidak dilengkapi dengan nota perusahaan. “Sesuai dengan pasal 78 ayat 7 UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, pemilik kayu bisa diancam lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 miliar,” paparnya dihadapan sejumlah awak media.(marksman)