Home » Alutsita Canggih » Semakin Menegangkan, Rusia Kerahkan Pasukan ke Perbatasan

Semakin Menegangkan, Rusia Kerahkan Pasukan ke Perbatasan

Pengerahan pasukan dan kendaraan tempur dilakukan NATO di negara Eropa Timur yang berdekatan dengan perbatasan Rusia. Lebih dari 20 negara sekutu NATO, sejak awal pekan telah menggelar latihan tempur di Polandia. Latihan melibatkan 30 ribu tentara, puluhan kendaraan tempur, pesawat dan kapal perang. Latihan merupakan bagian dari upaya NATO menanggapi tindakan Rusia terhadap Ukraina dan akan berlangsung hingga hari Rabu pekan depan.

Gerakan yang dilakukan NATO meningkatkan ketegangan dengan Rusia. Moscow dilaporkan tengah menyebar pasukan ke Perbatasan mereka di wilayah barat.

Rusia tengah membangun sebuah pangkalan militer di dekat perbatasan dengan Ukraina untuk memperkuat militer mereka.

Laporan Reuters menyebutkan seorang wartawannya melihat sebuah kamp militer darurat, dengan sejumlah prajurit yang baru tiba dan kendaraan militer mereka di kota Rusia Klintsy, sekitar 50 km dari Ukraina.

wartawan Reuters itu kemudian diusir oleh dua tentara yang menjaga pos pemeriksaan dan menyatakan mereka.

Kementerian pertahanan Rusia tidak mengakui adanya pengerahan pasukan ke Klintsy, wilayah yang biasanya dilalui para pengemudi truk yang melintasi Rusia, Ukraina dan Belarus.

Namun, Wakil Ketua Dewan Kota Klintsy, Oleg Kletny, menyatakan bahwa kota itu baru ditunjuk sebagai kamp militer baru, dan sejauh ini hanya sekitar 240 tentara yang sudah tiba.

“Apa yang ingin disembunyikan? Bahwa pasukan militer sudah datang? Mereka sudah tiba dan kan diasramakan di sini,” kata Oleg Kletny.

Oleg menambahkan, kamp militer tersebut akan menjadi pos militer terbaru dalam upaya meningkatkan kekuatan militer Rusia di sepanjang perbatasan Laut Baltik di wilayah utara dan Laut Hitam di wilayah selatan.

Seperti diketahui,Rusia berbatasan dengan sejumlah negara anggota NATO di sekitar Laut Baltik. Di wilayah selatan, kedua blok ini dipisahkan oleh Ukraina dan Belarus.

Ukraina kini telah pro barat dibawah kepemimpinan Petro Poroschenko . Bahkan Rusia menyebut Ukraina telah menjadi satelit NATO. Pemerintah baru ukraina baru dibentuk dua tahun lalu setelah menggulingkan pemerintahan presiden Ukraina pro-Moskow, Viktor Yanukovych.