Pindad Mentargetkan Penjualan 2016 Tembus di Angka Rp 3 Triliun

PT Pindad (Persero), mentargetkan penjualan 2016 menembus angka Rp 3 triliun, sejalan dengan meningkatnya nilai kontrak pesanan senjata, amunisi dan kendaraan tempur. Menurut Direktur Utama Pindad Silmy Karim, diharapkan target itu tercapai meningkat dibanding 2015 yang mencapai sekitar Rp 2 triliun, Kamis (9/6)

Hal ini menyusul, pasca Pemerintah berencana akan menyuntikan Modal Ke perusahaan negara itu, sesaat setelah kunjungan Presiden Joko Widodo di Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jabar, Senin (12/1/2015). “Jadi dasarnya adalah pada tahun 2015 pihak PT Pindad telah mendapat kontrak dari TNI AD, Polri, dan Kementerian Pertahanan. Hal ini membuat perolehan kontrak perusahaan kami (PT Pindad) bertumbuh 59%,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo (kanan) mendapat penjelasan dari Dirut PT Pindad Silmy Karim (kiri) saat kunjungan ke Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, (ANTARA FOTO/Andhika Wahyu)

“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan performa tahun ini. Pindad menargetkan membukukan penjualan hingga Rp3 triliun pada 2016 untuk memperkokoh lini usaha, pengembangan bisnis, dan inovasi produk di masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Rabu (20/1/2016).

Sejalan dengan itu, Kamis (09/06), PT Pindad (Persero) meluncurkan empat jenis senjata baru yang dirakit dan dikembangkan di Bandung, Jawa Barat. Peluncuran 4 senjata baru PT Pindad disaksikan langsung Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Keempat senjata baru tersebut adalah Senapan Serbu SS3, Senapan Serbu SS2 subsonic 5,66 mm, Sub Machine Gun dan Pistol G2 Premium.

Direktur Utama PT Pindad, Silmy Karim, menjelaskan keempat senjata baru tersebut diciptakan untuk mendukung fungsi pasukan yang berbeda-beda, namun memiliki akurasi yang maksimal. “Prestasi dan komitmen Pindad tersebut ditunjukkan dengan meluncurkan empat senjata baru yang merupakan hasil pengembangan dan inovasinya,” kata Silmy di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (09/06).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu beserta dirut PT. Pindad Silmy Karim menunjukan empat senjata baru di Gedung Kementrian Pertahanan, Jakarta, Kamis (9/6). [suara.com/Oke Atmaja]Menurut Silmy, senjata baru yang merupakan hasil pengembangan produk dan inovasi Pindad itu mendapat perhatian dari sejumlah negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara. Ia tidak merinci nama negara yang berpotensi memesan senjata yang dimaksud karena alasan masih dalam tahap negosiasi.

Namun tambahnya, selain pesanan senjata laras pendek dan laras panjang, sejumlah negara lainnya juga berminat memesan kendaraan tempur buatan Pindad. Pertumbuhan penjualan 2016 ini merupakan kelanjutan dari tahun 2015 yang didorong peningkatan kapasitas produksi sekitar 130 persen dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Untuk merealisasikan pertumbuhan dan target penjualan itu, Pindad melakukan berbagai langkah strategis antara lain memperkuat lini bisnis, pengembangan serta melakukan beragam inovasi produk berorientasi masa depan. Setiap tahun dikatakan Silmy, Pindad memproduksi sekitar 30.000-60.000 unit senjata laras pendek dan laras panjang.

“Selain memenuhi kebutuhan TNI-Polri yang mencapai 70 persen, Pindad juga terus menggenjot pasar ekspor yang saat ini masih berkisar sekitar 5 persen,” katanya.

Dalam memenuhi pemesanan senjata, Pindad mengedepankan tiga hal yaitu prospek industri dalam negeri terkait dengan potensi pasar ekspor, hubungan luar negeri, dan kemudahan investasi. “Polanya, kita bisa memproduksi di dalam negeri kemudian diambil oleh pemesan, atau diproduksi di negara importir dengan mengunakan fasilitas pabrik di sana,” ujarnya.

Selain pesanan senjata dari dua negara Timur Tengah tersebut, sejumlah negara lainya juga berminat terhadap kendaraan tempur, munisi kaliber besar buatan Pindad. Menurutnya, saat ini porsi penjualan terbesar Pindad masih berasal dari munisi yang mencapai 50 persen, selebihnya 30 persen dari kendaraan tempur dan 20 persen dari senjata.

Selain senjata laras panjang dan pendek dengan aksesoris, kendaraan tempur antara lain Paner Anoa 6×6, Panser Badak 4×4 dan Komodo, retrofit Tank AMX-13, Pindad juga melakukan ekspansi dengan memproduksi excavator yang akan diluncurkan pada Juni 2016. (marksman/ sumber : pindad.com, bisnis.com dan antaranews.com)