PBB Mengaku Diancam, Arab Saudi Membantah

Duta Besar Saudi untuk PBB, Abdullah al-Mouallimi membantah negaranya telah mengancam PBB agar menghapus koalisi Saudi dalam daftar hitam pelaku kejahatan atas kemanusiaan dalam pertempuran di Yaman.

“Saya ingin meyakinkan Anda, bahwa pertama-tama tidak ada dalam cara kami, budaya menggunakan ancaman dan intimidasi. Kami memiliki rasa hormat yang besar terhadap lembaga PBB dan sekretariat dan tentu saja untuk Ban Ki-moon,” kata al-Mouallimi seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (10/6/2016).

Al-Mouallimi pun membantah jika pemerintahannya telah menekan PBB untuk membalikkan keputusannya dengan mengancam akan memotong jutaan dolar pendanaan. Arab Saudi berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan PBB dan Saudi tidak dapat mematahkan hubungan dengan badan internasional, karena dianggap sebagai salah satu anggota pendiri.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban ki-moon mengaku pendukung Arab Saudi mengancam akan menghentikan pendanaan sejumlah program PBB jika mereka tidak dikeluarkan dari daftar hitam tersebut.

Ki-moon mengatakan, ia harus mempertimbangkan prospek yang sangat nyata bahwa jutaan anak-anak lain di wilayah Palestina, Sudan Selatan, Suriah, Yaman dan banyak tempat lain akan menderita jika program PBB tidak mendapatkan pendanaan.

Ki-moon mengaku selalu tunduk pada tekanan dari 139 negara anggota. Namun, kali ini beberapa negara anggota telah bertindak terlalu jauh. Ia pun menyatakan bahwa tindakan itu tidak dapat diterima untuk negara anggota memberikan tekanan yang tidak semestinya.