Home » Alutsita Canggih » Siapakah Sosok Omar Mateen?

Siapakah Sosok Omar Mateen?

Omar Mateen adalah pria yang telah diidentifikasi oleh FBI sebagai pelaku penembakan di sebuah klub malam gay, Pulse Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS), Minggu pagi waktu setempat (12/6/2016). Pria bernama lengkap Omar Mir Seddique Mateen ini merupakan warga negara AS keturunan Afghanistan, yang lahir di New York, tahun 1986.

Mateen sempat menetap di Port St. Lucie, Florida, sebelum akhirnya pindah ke Fort Pierce, Florida, 120 mil sebelah tenggara Orlando, AS. Berdasarkan keterangan salah seorang pejabat FBI, Ronald Hopper, Mateen sempat berada dalam pengawasan otoritas keamanan AS pada 2013 dan 2014, serta pernah diinterogasi setelah ia menyatakan simpati atas aksi seorang pengebom bunuh diri. Namun, Mateen dibebaskan karena petugas tidak menemukan potensi ancaman.

Omar Mateen tercatat pernah menikah dengan seorang wanita asal New Jersey keturunan Uzbekistan, bernama Sitora Yusufiy, pada April 2009. Namun, keduanya bercerai pada Juli 2011 karena Mateen dilaporkan kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Orangtua Mateen berasal dari Afghanistan, namun tinggal di Florida, AS. Ayahnya bernama Mir Seddique Mateen merupakan kepala organisasi non-profit, The Durand Jirga, Inc. Organisasi non-profit ini didirikan pada tahun 2010 dan terdaftar di Port St. Lucie, Florida, AS. Seperti dikutip dari Nationalpost, ayah Omar Mateen ini memang bukan sosok yang religius, namun diketahui aktif menjadi pendukung kelompok Taliban.

Sejak 10 September 2007, Mateen tercatat bekerja sebagai petugas keamanan di G4S, salah satu perusahaan penyedia jasa keamanan multinasional di Florida yang menangani kasus kenakalan remaja. Sementara dikutip dari NBC News, salah seorang rekan kerja Mateen mengungkapkan bahwa Mateen merupakan pribadi yang rasis, keras dan kasar, terutama terhadap wanita. Ia sangat membenci ras kulit hitam dan membenci kaum homoseksual.

Pria 29 tahun ini memang diketahui tidak memiliki riwayat atau koneksi dengan jaringan teroris, namun dinilai memiliki simpati terhadap aksi ekstremisme dan ISIS.