Menyelesaikan Masalah Sengketa Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Komandan Kodim 1618 Timor Tengah Utara Letkol Inf Yudi Gumilar mengatakan bahwa pihaknya mewakili Danrem 161 Wira Sakti Kupang bersama instansi terkait menggelar pertemuan di Aula Restorant Litani. Beberapa perwakilan kementerian dan lembaga yang hadir dalam pertemuan itu adalah dari Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Luar Negeri, Badan Informasi Geoparsial, dan Kementerian Dalam Negeri.

Dalam pertemuan itu, dibahas persoalan terkait dua titik batas darat antara Indonesia dengan Timor Leste atau daerah sengketa Un Resolved Segment, Noelbesi-Citrana dan segment Bijael Sunan-Oben yang berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

“Jadi, pertemuan itu dilakukan dengan tujuan memberikan gambaran tentang keadaan dan perkembangan situasi di perbatasan RI-RDTL,” ujar Letkol Inf Yudi, Rabu (15/06).

Letkol Inf Yudi mengatakan bahwa rapat itu dilakukan guna mencari akar persoalan untuk memudahkan pemerintah dalam mengelola wilayah perbatasan.

Hingga saat ini, Indonesia dan Timor Leste masih bermasalah dengan perbatasan. Wilayah yang bersengketa pun masih dalam pengecekan, apakah milik Indonesia atau Timor Leste.

Pada bulan Agustus 2015, Perdana Menteri Republik Timor Leste Rui Maria de Araujo sempat datang ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan itu dilakukan guna membahas penyelesaian batas wilayah antar kedua negara.

Sumber: okezone.com