Akankah Tank 2S31 Vena, Dibeli Marinir ?

Pasukan Marinir TNi AL dikabarkan tertarik untuk mengakusisi kendaraan lapis baja pengangkut mortir kelas berat 120 mm swa-gerak 2S31 Vena, buatan Rusia. Rencana pembelian 2S31 Vena Self-propelled mortar carrier armoured vehicle ini dipertimbangkan masuk di MEF 2 (2015-2019). Namun ini baru sebatas rumors, yang bisa saja kendaraan ini tidak dibeli dan Marinir pun tidak tertarik.

Tapi jika melihat spesifikasinya, kendaraan tempur ini spesifikasi yang dekat dan diminati oleh Marinir. Tank 2S31 Vena dibangun berdasarkan chasis Infantry Fighting Vehicle BMP-3, tracked dan bersifat amfibi. Dengan demikian kendaraan ini bisa diangkut oleh kapal laut dan diturunkan di garis pantai.

Tank BMP3F yang dimiliki Marinir saat ini, memang masih memiliki kekurangan dalam sebuah medan pertempuran dan kekurangan itu, bisa ditutup oleh Tank pengangkut mortir kelas berat 2S31 Vena. Katakanlah pasukan infanteri sedang bergerak untuk menetralisir target, mereka bisa meminta bantuan tembakan dari Vena dengan jangkauan 7,2 km untuk peluru jenis mortar mines dan 13 km untuk cannon shells.

Kelebihan dari 2S31 Vena dia menembak tidak harus direct hit, melainkan dengan sudut evelasi 4 hingga 80 derajat. Ketika pasukan infanteri sedang bergerak di depan hutan, maka BMP3F yang ada di belakang tidak bisa membantu, karena tembakannya akan terhalang pepohonan. Lain halnya dengan tank amfibi pengangkut mortir swa-gerak 2S31 Vena. Kendaraan ini bisa melakukan tembakan lengkung, untuk membantu atau melindungi pasukan di depan. Peran kendaraan ini sangat vital dalam pertempuran.

2S31 Vena Self-propelled mortar carrier armoured vehicle

Kendaraan ini dipersenjatai dengan 2A80 120mm rifled gun yang bisa menembakkan semua jenis amunisi mortir 120 mm Rusia dan asing, serta peluru mortar standar NATO. Is memiliki tingkat maksimum tembakan 8 sampai 10 peluru per menit. Amunisinya pun bisa menembakkan : high-explosive anti-tank projectiles, HE-fragmentation mortar bombs, Kitolov-2 guided projectiles, smoke bombs and mines.

Chasis BMP3 memang telah dipilih oleh marinir, karena dianggap handal untuk pergerakan (motorized) batalyon Marinir. Jika BMP3 dibangun oleh kontraktor utama Kurgan Machine Construction Plant, maka 2S31 Vena dibangun oleh Motovilikha Plants Corporation.

Pabrik pembuat tank 2S31 Vena mengklaim kendaraan mortir ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Berbicara mortir, maka kita akan berbicara masalah akurasi. Banyak produsen yang membuat mortir. Tapi soal akurasi, nanti dulu. Sekali produk itu tidak akurat, maka dia akan hilang dari pasaran. Ketidakakuratan mortir, dapat membahayakan nyawa pasukan sendiri. Sekali mortir itu diciptakan cacat secara bawaan, maka tembakannya, tidak akan terarah alias ngaco.

Produsen 2S31 Vena, Motovilikha Plants Corporation mengklaim tembakan mortit kendaraan mereka 2,5 kali lebih baik dibandingkan buatan negara lain yang sekelas. Tentu klaim seperti ini harus dibuktikan, dengan uji tembakan di lapangan, oleh prajurit yang akan menggunakan kendaraan ini.

Daya ledak peluru mortir 120 mm ini sangat kuat yang menimbulkan dampak merusak yang sebanding dengan tembakan artileri 152 mm dan 155 mm.

2S31 Vena

Badan dan turret tank 2S31 Vena, all-welded aluminium armour construction yang menyediakan dengan perlindungan dari senjata api ringan dan serpihan peluru artileri /mortar.

Tank 2S31 Vena menggunkan mesin UTD-29 V-type 12-cylinder liquid cooled diesel engine, dengan tenaga maksimum 500 hp. “Vena” dilengkapi dengan transmisi hidro-mekanik untuk mesin hydrojet. Suspensi di kedua sisi terdiri dari enam dual roadwheels dengan idler di depan, sprocket di bagian belakang dan tiga track-return rollers.

Kendaraan ini diawaki oleh 4 kru dengan kecepatan maksimal 70km/jam di jalan raya dan mampu menempuh jarak 600 km. Asoseris : NBC protection system, laser range finder, land navigation system, night vision equipment.

Sumber : Armyrecognition.com