Indonesia Tolak Keras Gerakan Pembebasan Papua Barat

Pemerintah Indonesia menolak keras adanya kelompok gerakan separatis bernama Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (UMLWP) yang bergabung dalam Kelompok Negara-Negara Melanesia atau Melanesian Spearhead Group (MSG).

Kelompok yang digawangi oleh Beny Wenda itu saat ini tengah berusaha untuk menaikan statusnya, dari kelompok peninjau menjadi anggota penuh. Pemerintah Indonesia menilai bahwa upaya tersebut jelas bertentangan dengan perjanjian pendirian MSG pada 2007, yang secara tegas menghormati prinsip kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri.

Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan MSG, Desra Percaya menuturkan Pemerintah Indonesia menolak keras ULMWP sebagai bagian dari MSG. (Istimewa)

“Suatu kelompok yang menamakan dirinya UMLWP tidak lain dan tidak bukan merupakan gerakan separatis di dalam suatu negara berdaulat. Gerakan tersebut tidak memiliki legitimasi dan bukan wakil masyarakat Papua,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Desra Percaya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (18/6).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Desra saat menjadi Ketua Delegasi RI pada pertemuan tingkat menteri luar negeri Melanesian Spearhead Group (MSG) yang berlangsung di Lautoka, Fiji pada Kamis (16/6). Dia menyampaikan pernyataan itu terkait dengan upaya UMLWP untuk menaikkan statusnya dari kelompok peninjau menjadi anggota penuh dalam MSG. Namun setelah melalui pembahasan internal diantara anggota dan lobi intensif delegasi Indonesia, upaya tersebut berhasil digagalkan.

Munculnya Kelompok Gerakan Pembebasan Papua Barat (UMLWP) bergabung dalam Kelompok Negara-Negara Melanesia (MSG) ditolak Pemerintah RI. (Istimewa)

Terkait hal itu, MSG hanya mencatat aplikasi tersebut dan membentuk Komite untuk membahas kriteria keanggotaan. Pembahasan kriteria keanggotaan itu juga berhubungan dengan adanya keinginan dari negara-negara anggota MSG agar Indonesia menjadi anggota penuh MSG.

Dalam pernyataannya, Desra juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk memajukan kemitraan serta langkah praktis dalam merealisasikan kerja sama antarnegara Melanesia, khususnya untuk mendorong pencapaian tujuan MSG, yaitu pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik dan keamanan di sub-kawasan Melanesia.

Para pemimpin Melanesian Spearhead Group menandatangani komunike bersama di Honiara. (foto : abcnews.com)

Pada akhir pernyataan, Ketua Delegasi RI itu juga mengundang negara anggota MSG untuk hadir pada Bali Democracy Forum yang akan membahas penguatan kapasitas demokrasi antarnegara, pada 8-9 Desember 2016.

Di sela-sela pertemuan, Desra juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Fiji, Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon, Ketua Delegasi Papua Nugini dan Dirjen Sekretariat MSG. Semuanya menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran dan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan MSG, serta dukungan tegas atas prinsip kedaulatan Indonesia. (marksman/ sumber : kemenlu.go.id dan antaranews.com)