Nelayan Asal Negaranya Ditangkap, Pemerintah Tiongkok Memprotes Indonesia

Pemerintah Tiongkok memprotes tindakan Angkatan Laut Indonesia yang menangkap satu kapal Tiongkok serta menahan ketujuh awal kapalnya karena dianggap melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia di Laut Cina Selatan.

Juru bicara Angkatan Laut Indonesia mengatakan bahwa para nelayan itu dicegat di dekat kepulauan Natuna.

Kejadian itu setidaknya merupakan insiden ketiga sejak bulan Maret.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, mengatakan bahwa pemerintahnya sangat memprotes dan mengutuk penahanan kru kapal Tiongkok di Indonesia.

Hua menjelaskan bahwa para nelayan Tiongkok “diganggu” dan ditembak oleh Angkatan Laut Indonesia saat melakukan “operasi penangkapan reguler”, dan Tiongkok segera mengirimkan kapal penjaga pantai terdekat untuk melindungi kapal nelayan beserta awaknya.

“Kapal perang Angkatan Laut Indonesia telah menyalahgunakan kekuatan mereka, melecehkan dan menembak ke kapal nelayan Tiongkok serta telah mengancam keamanan dan keselamatan nelayan Tiongkok. Tindakan serius itu melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan Deklarasi tentang Conduct of Parties di Laut Cina Selatan, “kata Hua.

Sementara itu, Laksamana Pertama Edi Sucipto menjelaskan bahwa KRI Imam Bonjol-383 mendapat laporan dari petugas pengawasan udara maritim tentang adanya 12 kapal nelayan asing ilegal yang menangkap ikan di perairan Natuna.

Setelah dilakukan tembakan peringatan, salah satu kapal nelayan berhenti dan ditemukan seorang perempuan beserta enam orang laki-laki yang merupakan anak buah kapal dan semuanya adalah warga negara Tiongkok.

Sumber: South China Morning Post