Menteri Susi : 30 Kapal Asing ‘akan ditenggelamkan’ Setelah Lebaran

Pernyataan tersebut, kembali dilontarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, disela-sela rapat terbatas dengan Presiden Joko widodo di atas Kapal KRI Imam Bonjol 383 ketika meninjau perainan Natuna, kamis (23/6).

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, setelah Lebaran, yaitu pada tanggal sembilan atau 10 Juli pihaknya akan menenggelamkan lagi 30 kapal yang terbukti menangkap ikan secara ilegal, “termasuk beberapa yang ditangkap di Natuna”.

Penenggelaman kapal KFH 1868, kapal pencuri ikan berbendera Malaysia yang berukuran 85 GT. Pemusnahan dilakukan oleh LANTAMAL I Belawan. (foto :dok. Lantamal I Belawan)

Namun, Susi tidak mau meng-elaborasi secara detail, tiga kapal Cina yang ditangkap di Natuna baru-baru ini, akan masuk dalam daftar kapal yang ditenggelamkan usai Lebaran tahun ini.

Saat ditanya sejumlah wartawan, terkait situasi hubungan Indonesia dengan China yang kian memanas, jika mengetahui pemerintah RI akan menenggelamkan (meledakkan) kapal nelayan milik mereka.

Susi menegaskan pihaknya pada 4 November 2014 lalu, telah bertemu dengan duta besar sejumlah negara tetangga, seperti Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, termasuk China, terkait kebijakan penenggelaman ikan yang akan diambil Indonesia, jika ada kapal asing yang terbukti melakukan penangkapan ikan ilegal.

“Jadi mereka sudah tahu,” sebut Susi. Penenggelaman kapal asing pada tanggal 9 dan 10 Juli, rencananya akan dilakukan di sejumlah daerah, di antaranya di perairan Malaka, Maluku Utara, Batam, Tarakan, Ranai dan Natuna.

KKP mengungkapkan sebanyak 176 kapal sudah ditenggelamkan sejak Satuan Tugas (Satgas) 115 Pemberantasan Illegal Fishing berdiri pada Oktober 2015.

3 Kapal asing berbendera Vietnam ditangkap Kapal Perang TNI AL usai mencuri ikan di perainan Natuna.

Sementara sepanjang 1 Januari hingga 21 Juni 2016, KKP telah menangkap 57 kapal asing dari berbagai negara, yang yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna.

Dari 57 kapal asing, mayoritas kapal, yaitu sebanyak 49 kapal, berbendera Vietnam. Sementara empat kapal berbendera Malaysia, satu Singapura, dan ‘hanya’ tiga yang berbendera China. (marksman/ sumber  : bbc.com dan riauonline.co.id)