Home » Alutsita Canggih » Italia Memamerkan Inovasi Kapal Perang Masa Depan

Italia Memamerkan Inovasi Kapal Perang Masa Depan

Angkatan Laut Italia telah merilis rincian baru desain inovatif tujuh kapal perang multifungsi yang terbungkus dalam desain System Design Review (SDR).

Disamping rencana penggunaan kit Google Glass, Italia juga telah memilih apa yang disebut Wave Piercing Bow atau desain busur lambung pemecah gelombang, yang diharapkan dapat menambah kecepatan kapal.

Dengan paket dana sebesar € 5.4 milyar (US $ 6,1 milyar), Angkatan Laut berharap dapat memiliki tujuh kapal perang yang berbobot 4.500 ton dengan panjang 133 meter dan dapat dikirim antara tahun 2021 dan 2026.

Dengan masukan dari pihak Angkatan Laut sendiri, kapal perang akan memiliki kemampuan ganda untuk membantu dalam operasi bencana sipil, mencegat imigran di Mediterania, serta fungsi utamanya sebagai kapal perang.

SDR direncanakan akan selesai pada akhir bulan ini – dengan beberapa pertimbangan pada pilihan sistem genset dan beberapa review desain kritis pada bulan Februari tahun depan, kata seorang sumber pertahanan Italia.

Setelah itu pemotongan baja pertama oleh galangan kapal Fincantieri diharapkan dapat dilakukan pada bulan September-Oktober 2017.

Sementara itu, Angkatan Laut bekerja sama dengan majalah pertahanan Italia Rivista Italiana Difesa bulan ini menghasilkan khusus rincian desain kapal, yang dikenal sebagai ’Pattugliatori Polivalenti d’Altura – PPA’ dalam bahasa Italia yang berarti kapal patroli lepas pantai multi guna.

Desain tidak biasa terlihat tonjolan tajam keluar dari haluan depan dekat permukaan air. “Ini hanya memperpanjang kapal di permukaan air, meningkatkan ketahanan gelombang tanpa meningkatkan ukuran kapal,” kata sumber itu. “Kami pikir ini adalah teknik pertama bagi sebuah kapal Angkatan Laut.”

Teknik ini dikembangkan oleh Fincantieri dan pertama kali digunakan pada feri Swedia yang dibangun Fincantieri, menurut Rivista Italiana Difesa.

Fincantieri akan membangun dua kapal PPA dalam konfigurasi “Ringan”, tiga dalam konfigurasi “Ringan Plus” dan dua dalam konfigurasi “Full”, termasuk sepuluh tahun dukungan logistik dengan harga mulai dari sekitar € 430 juta untuk versi ringan dan hingga € 530 juta untuk versi Full.

Semua kapal akan menggunakan persenjataan meriam Leonardo-Finmeccanica kaliber 127mm dan 76mm serta 25mm dan 12,7 mm. Salah satu meriam 76mm ditempatkan di atas hanggar menghadap kebelakang, kelompok Italia telah mengembangkan versi yang lebih ringan dari model standar yang dikenal sebagai Sovraponte.

Varian Light Plus dan varian Full akan dilengkapi rudal pertahanan udara Aster 15 dan Aster 30.

Kapal perang versi ringan akan menggunakan radar AESA X-band yang menggunakan empat panel datar, yang memberikan pandangan 360 derajat dan ditempatkan di atas anjungan kapal. Kapal perang Light Plus akan menggunakan radar C-band, sedangkan versi Full akan menggunakan gabungan radar C- band dan radar X-band, dan membutuhkan delapan panel untuk menghasilkan gambar radar tunggal yang terintegrasi.

Banyak yang tidak biasa pada tampilan anjungan pada kapal perang PPA yang dirancang dengan bantuan dari penerbang Angkatan Laut. Rancangan unik tersebut adalah ruang yang menyerupai kokpit sebuah pesawat tempur yang ditempatkan di dalam ruang Komando dan Kontrol kapal perang PPA.

Dua navigator akan duduk di bagian yang menonjol menyerupai sebuah kokpit pesawat, dan mampu melakukan pekerjaan yang dilakukan delapan navigator pada fregat FREMM Italia, kata sumber itu.

Studi yang dilakukan untuk meniru tampilan head-up display sebuah pesawat tempur di mana data dapat diproyeksikan ke jendela anjunggan untuk dua navigator. Data yang ditampilkan diantaranya kedalaman air yang dapat dilihat melalui jendela.

Rencana lain adalah untuk mengembangkan kit Google Glass dengan kamera eksternal, yang akan memungkinkan kru dapat melihat 360 derajat pemandangan diluar kapal. “Penelitian akan terus dilakukan setelah tinjauan desain kritis tahun depan,” kata sumber itu.

Tapi sepertinya semua pendanaan rancangan dan desain kapal perang masa depan Italia itu masih terkendala anggaran yang menurut media setempat ada indikasi korupsi yang melibatkan Pejabat Tinggi Angkatan Laut italia.