Diduga Langgar Batas Wilayah, Polisi Malaysia Tangkap Nelayan Indonesia

Kepolisian Diraja Malaysia menangkap 19 orang nelayan asal Indonesia yang diduga melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Malaysia. Para nelayan asal Indonesia itu ditangkap saat berada di sekitar 10 mil dari daratan Malaysia.

Saat ini, Kepolisian Rokan Hilir Riau dan TNI Angkatan Laut Dumai sedang bekerjasama mencari informasi terkait penangkapan tersebut. Kapolres Rokan Hilir, AKBP Posma Lubis, menjelaskan bahwa pada awalnya lokasi penangkapan nelayan Panipahan berada di Perairan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

“Namun, setelah saya melakukan koordinasi dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut, ternyata posisinya berada di perairan Malaysia. Mereka ditangkap saat polisi Malaysia melakukan patroli di perairan perbatasan, tapi dari hasil pemetaan koordinatnya sudah masuk negara Malaysia,” kata Posma, Sabtu (25/06).

Berdasarkan pendataan pihak kepolisian, terdapat 19 orang nelayan Panipahan Rokan Hilir yang ditangkap oleh polisi Malaysia.

Kapal tanpa nama pertama dengan GT 8 nahkodanya adalah Usman dan 6 orang Anak Buah Kapalnya (ABK), yaitu Misran, Atan Keong, Dodi, Ismail, Roni dan Alan Sera. Kapal tanpa nama kedua adalah GT 6 dengan nahkoda adalah Ruji dan ABK-nya adalah Ridho, Abdul, Junaidi, Irus, Hendra dan Dedi. Sementara, di kapal GT4 nahkodanya adalah Danter Siregar dengan anak buah kapal berjumlah lima orang, yaitu Tagor Malau, Dedi Simanjuntak, Rio Panggabean serta seorang lagi belum diketahui identitasnya.

Sumber: Sindo News