Sikap “Main Api” NATO di Perbatasan Rusia

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menggelar satu parade militer di Estonia sebagai bentuk demonstrasi peran pengamanan di Eropa. Parade militer itu melibatkan dua pesawat pembom strategis B-52 Angkatan Udara Amerika Serikat yang terbang dalam jarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Rusia.

Kepemimpinan NATO baru-baru ini mengalami gangguan akibat upaya Berlin untuk menghindari komitmen sebagai anggota aliansi. Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, telah mengusulkan agar melakukan dialog yang lebih aktif dengan Rusia.

Namun, kekhawatiran ini tak berdasar. Majalah Fokus asal Jerman memberitakan bahwa Kanselir Angela Merkel baru-baru ini mengumumkan bahwa ia bermaksud untuk meningkatkan angkatan bersenjata negara itu dengan merekrut 7.000 tentara tambahan dan membeli lebih banyak tank dan helikopter.

“Ini adalah tanda bahwa Jerman bermaksud untuk memainkan peran militer yang lebih besar di masa depan,” klaim Fokus.

Sementara itu, Fokus juga menilai bahwa partisipasi sepasang pesawat pembom B-52 Amerika Serikat di Estonia merupakan tindakan berlebihan. Kondisi itu dianggap sebagai sikap “bermain api” dari NATO dan Amerika Serikat.

Steinmeier mengatakan bahwa NATO masih dianggap sebagai aliansi pertahanan yang memainkan peran integral dalam keamanan Eropa. Menurutnya, aliansi itu dapat dianggap sebagai penyeimbang dibanding sikap menampilkan kekuasaan.

Sumber: Sputnik News