Home » Militer Indonesia » Bisa Grounded, Italia Embargo Suku Cadang F-16 Mesir

Bisa Grounded, Italia Embargo Suku Cadang F-16 Mesir

Senat Italia pada Rabu malam membuat amandemen RUU baru yang menangguhkan pengiriman suku cadang pesawat tempur F-16 ke Mesir. Parlemen Italia membuat langkah serius kepada Mesir menyusul kasus pembunuhan seorang mahasiswa pasca sarjana Italia, Giulio Regeni, pada bulan Januari di Kairo.

Pensiunan Jendral Mesir, Abdel Rafe Darwish, dalam sebuah wawancara dengan Sputnik mengatakan bahwa keputusan ini bisa “berbahaya bagi Mesir.”

Menurutnya keputusan penghentian suku cadang jet tempur F-16 Mesir akan memiliki dampak langsung pada kekuatan pesawat militernya, karena tertahannya pasokan bisa menghentikan operasional F-16.

Untuk mencegah krisis tersebut, pensiunan Jendral Mesir sebelumnya telah berulang kali meminta kepada pemerintah untuk membeli senjata dari sumber yang berbeda. Karena kurangnya keragaman persenjataan yang dimiliki militer Mesir membuat beberapa negara memiliki pengaruh langsung terhadap Mesir.

“Jika kami mendapatkan persenjataan dari berbagai negara, kami tidak harus bergantung pada blok tertentu dalam hal persenjataan dan suku cadangnya,” katanya.

Ketegangan antara kedua negara telah meningkat sejak tubuh Giulio Regeni, 28 tahun yang mengejar gelar PhD di Cambridge, ditemukan di selokan di pinggiran luar kota Kairo, sembilan hari setelah menghilang pada 25 Januari.

Regeni dikenal sebagai peneliti akademis, kantor berita Italia Ansa melaporkan Regeni juga menulis karyanya tentang serikat buruh Mesir untuk Il Manifesto, koran komunis Italia. Regeni menggunakan nama samaran karena khawatir akan keselamatannya.

Karyanya untuk Il Manifesto dikonfirmasi oleh Simone Pieranni, editor asing koran yang mengatakan akan menerbitkan karya-karya Regeni sebelumnya, termasuk selembar tulisan sesaat sebelum kematiannya, lapor The Guardian. Selain itu ada laporan bekas-bekas penyiksaan pada tubuh korban.

Kematian Regeni mengakibatkan ketegangan diplomatik antara Italia dan Mesir karena pihak Italia menganggap Mesir tidak berbuat cukup untuk menyelidiki penyiksaan dan pembunuhan pelajar Italia tersebut.

Sputnik