Home » Militer Indonesia » Dunia Semakin Rumit Akibat Langkah Rusia di Kepulauan Kuril

Dunia Semakin Rumit Akibat Langkah Rusia di Kepulauan Kuril

Sebuah pangkalan angkatan laut baru di Kepulauan Kuril akan meningkatkan kehadiran militer Rusia di wilayah Pasifik. Beberapa pemain tentu tidak akan senang tentang langkah Rusia ini, kata seorang pakar militer.

Rusia tahun ini akan memulai pembangunan basis Armada Pasifik baru di Matua, di dalam rantai Kepulauan Kuril, yang menjadi sengketa antara Rusia dan Jepang.

Pada bulan Mei, Kementerian Pertahanan Rusia bersama dengan Geographical Society Rusia mengirim ekspedisi penelitian untuk Matua Island.

Sebuah fasilitas baru Rusia akan merugikan beberapa aktor regional, ujar Ivan Konovalov, kepala Pusat Lingkungan Hidup Strategis, kepada Radio Sputnik.

“Sebuah basis baru akan membuat sakit kepala Amerika Serikat. Presiden Barack Obama mengumumkan akan melakukan pergeseran strategis di Pasifik. Inilah sebabnya mengapa Washington tidak akan senang dengan basis Rusia yang baru di kawasan ini,” katanya.

Pada saat yang sama, pembangunan ini tidak akan mempengaruhi hubungan antara Moskow dan Tokyo, terutama atas klaim Jepang untuk apa yang disebut Wilayah Utara dalam rantai Kuril.

Ahli menilai bahwa inisiatif ini akan memaksa AS untuk memperkuat angkatan laut di Pasifik.

“Amerika melihat bahwa ketika sebuah lapangan terbang dibangun di penerbangan jarak jauh Matua Island, Rusia, maka akan secara signifikan meningkatkan kemampuan rusia di kawasan itu. Saya pikir akan ada beberapa respon dari AS. Sebagai contoh, mungkin AS akan memperkuat kekuatan militer di kawasan itu. Washington juga dapat meningkatkan kerjasama militer dengan Jepang dan Korea Selatan, “katanya.

Konovalov mengasumsikan bahwa aliansi militer baru di Pasifik kemungkinan akan dibentuk AS.

“Situasi militer dan politik akan berubah, dengan mempertimbangkan kebuntuan antara Jepang dan China dan ketegangan antara AS dan China. Sebuah aliansi militer baru dapat dibentuk, termasuk Australia. Ini akan terdiri sekutu Washington, tapi bukan anggota NATO. Skenario ini sangat memungkinkan”.

Sumber : Sputniknews.com