Prancis Tawarkan Perbaiki Mesin Pesawat Tempur India yang Mangkrak

New Delhi – Prancis telah menawarkan untuk berinvestasi EUR 1 miliar untuk menghidupkan kembali proyek mesin jet tempur India, dan mengusulkan rencana pengembangan bersama turbin gas ‘Kaveri’ yang menjadi mesin pesawat tempur buatan dalam negeri India, untuk pesawat tempur Tejas pada tahun 2020.

Proposal itu menawarkan penggunaan kredit offset yang berasal dari rencana pembelian jet tempur Rafale Prancis, dengan imbalan kesepakatan menghidupkan kembali proyek mesin dalam negeri India.

Perusahaan senjata asing yang menjual peralatan untuk India diberi mandat untuk menginvestasikan sebagian dari biaya kontrak dalam industri pertahanan dan kedirgantaraan negara. Dalam kasus kesepakatan Rafale yang sedang dinegosiasikan India dan Perancis, kewajiban offset bagi India adalah 50% dari biaya, yang berarti lebih EUR 3 miliar.

Sumber mengatakan bahwa sejak Januari, beberapa putaran diskusi terjadi antara pemerintah India dan perusahaan Perancis Safran, yang mengembangkan mesin M88 yang menghidupkan pesawat tempur Rafale serta mesin Shakti untuk helikopter ringan canggih India.

Ahli Perancis yang memeriksa mesin Kaveri – yang ditinggalkan proyeknya untuk digunakan pada penerbangan tahun 2014 karena kekurangan daya -mengindikasikan bahwa dibutuhkan pekerjaan 25-30% untuk membuat mesin tersebut laik terbang.

Menurut kesepakatan yang ditawarkan, India tidak akan perlu menghabiskan lebih banyak uang untuk pengembangan proyek itu dan Safran Prancis akan melakukan investasi, berkomitmen untuk membuat Kaveri laik terbang dalam waktu 18 bulan. Proposalnya adalah untuk mengintegrasikan mesin upgrade Kaveri dengan Pesawat Tempur Ringan Mk 1 version pada tahun 2020.

Angkatan udara India berkomitmen untuk membeli setidaknya 80 pesawat LCA Mk 1 A yang harus memenuhi persyaratan teknis yang lebih tinggi dari versi yang dikukuhkan tahun ini. Saat ini pesawat LCA Mk 1 Adidukung oleh mesin GE 404.

Economictimes.indiatimes.com

Leave a Reply