Home » Alutsita Canggih » Akibat Embargo, India Hanya Mendapatkan MiG-29K “Standar”

Akibat Embargo, India Hanya Mendapatkan MiG-29K “Standar”

Angkatan Laut India mengeluhkan MiG-29K yang dikirimkan Rusia dalam konfigurasi standar. Masih ada sejumlah masalah dengan pesawat tempur MiG-29K / KUB India yang diproduksi Rusia, serta dengan kapal induk sebelumnya yang dikenal sebagai Admiral Gorshkov yang memasuki layanan Angkatan Laut India pada tahun 2013, ungkap sumber di India kepada IHS Jane.

Keluhan tentang pesawat MiG-29K/KUB umumnya karena ketidakmampuan perusahaan Rusia RSK-MiG untuk memberikan pesawat tempur dengan fitur lengkap seperti yang dijanjikan dalam dokumen kontrak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Ahli India yang telah mengunjungi fasilitas uji dan pelatihan penerbangan MiG-29K di Goa, melaporkan MiG-29K yang sedang dikirimkan ke India dalam konfigurasi standar. MiG-29K sementara ditingkatkan dan dilengkapi saat melakukan uji penerbangan.

Embargo dari pemerintah Ukraina dan sanksi dari Uni Eropa dan AS yang melarang ekspor komponen militer Barat ke Moskow menjadi problem utama Rusia memenuhi pesanan dari India sesuai kontrak yang sudah ditetapkan. Solusinya Pemerintah India kemudian mengimpor komponen-komponen tersebut secara langsung dan mengiterintegrasikannya ke pesawat MiG-29K di pangkalannya di Goa.

MiG-29K untuk India berbeda dengan MiG-29KR yang dibangun untuk Angkatan Laut Rusia (VMF). MiG-29K India mengganti beberapa perangkat dan komponen buatan Rusia dengan peralatan buatan luar negeri.

Kapal Induk yang diserahkan Rusia yang telah diubah namanya menjadi INS Vikramaditya, sebelumnya adalah kapal cruiser Kiev class yang dibangun kembali dan dimodifikasi menjadi kapal induk dengan kemampuan penuh Short Take-Off But Arrested Recovery (STOBAR) oleh galangan kapal Sevmash Rusia.

INS Vikramaditya memiliki kekurangan dan masih belum lengkap untuk beroperasi sebagai kapal induk. “Salah satu item yang masih kurang adalah Proper Emergency Landing Barrier untuk bisa melakukan pendaratan secara normal dan aman di kapal,” kata salah satu spesialis India.

Janes