NATO Aktifkan Sistem Pertahanan Rudal Balistik di Eropa

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah mengoperasikan sistem pertahanan rudal balistik di Eropa. Pengaktifan itu dilakukan sebagai persiapan NATO untuk menjatuhkan sanksi baru ke Eropa Timur terkait aneksasi Rusia di Krimea pada tahun 2014 lalu.

Meski demikian, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan bahwa perisai rudal NATO sepenuhnya bersifat defensif dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk menjadi ancaman bagi penangkal nuklir strategis Rusia.

“Kami tidak ingin Perang Dingin baru, perlombaan senjata baru, maupun mencari konfrontasi baru. Seperti halnya kami terus memperkuat sistem pertahanan, kami juga terus mengupayakan dialog yang konstruktif dengan Rusia,” ujar Stoltenberg dalam konferensi pers di KTT NATO, Warsawa, Polandia, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (9/7).

Stoltenberg menjelaskan bahwa sistem pertahanan rudal itu meliputi kapal perang, sistem pertahanan rudal, dan radar yang ditempatkan di seluruh wilayah negara-negara anggota NATO. “Hari ini kita telah memutuskan untuk menyatukan operasional awal dari sistem pertahanan rudal balistik NATO. Ini berarti bahwa kapal Amerika Serikat yang berbasis di Spanyol, radar di Turki, dan situs pencegah di Rumania sudah dapat bekerja sama di bawah komando serta pengawasan NATO,” katanya.

Sumber: okezone.com

Sharing

Tinggalkan komentar