Dubes AS: ISIS Bukan Islam

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert O Blake, kembali melontarkan pernyataan bahwa ISIS tidak berkaitan dengan Islam.
Pernyataan ini terbukti dengan serangan kelompok tersebut yang masih terus melakukan serangan bahkan pada saat bulan suci Ramadan.

“ISIS bukanlah perwakilan dari Islam karena mereka masih melakukan serangan saat bulan Ramadan. Ini juga membuktikan bahwa ISIS tidak menghargai agama Islam,” ujar Blake, Senin (11/7/2016).

Sebuah serangan bom bunuh diri di Kota Madinah, yang terjadi Senin petang waktu setempat (4/7/2016), sempat diduga merupakan ulah salah satu simpatisan ISIS. Peristiwa tersebut merupakan rangkaian ledakan, setelah terjadi di Kota Qatif dan Jeddah, Arab Saudi dalam satu hari.

Kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu memang semakin gencar melakukan sejumlah serangan di beberapa negara, bahkan di negara dengan mayoritas penduduk muslim. Serangan terbesar menghantam Irak dan Tukri, yang telah menewaskan lebih dari 200 orang. ISIS juga semakin sering melakukan aksi teror di luar Irak dan Suriah.

Blake menilai aksi militan ISIS ini semata-mata untuk menunjukkan eksistensinya kepada dunia, terutama setelah mereka terus menerus menelan kekalahan di kedua negara tersebut.

“ISIS sudah mulai kehilangan banyak wilayah akibat perang di Irak sehingga mereka mulai melakukan serangan di luar, mereka menyebar ancaman tersebut untuk menunjukan eksistensi,” imbuh Blake.

ISIS yang telah memproklamasikan kekhalifahannya pada 2014 dengan berpusat di Raqqa, Suriah ini semakin kehilangan kekuatan.

“Pada 2015, wilayah khalifah ISIS menyusut 12.800 kilometer persegi menjadi 78.000 km2, atau kehilangan total 14 persen,” ungkap analisis lembaga kajian (think tank) Inggris, IHS, seperti dilaporkan AFP, Minggu (10/7/2016).

Dalam enam bulan pertama di tahun 2016, kelompok negara Islam tersebut bahkan telah kehilangan 12 persen wilayah kendali di Irak dan Suriah. Pada 4 Juli 2016, tercatat ISIS tinggal mengendalikan sekitar 68.300 km2 di Irak dan Suriah

Di samping itu, Blake juga mengingatkan bahwa meskipun ISIS sudah mulai melemah di Irak dan Suriah, dunia tidak boleh menyepelekan kekuatan kelompok ISIS. Menurutnya, dunia internasional justru harus meningkatkan kekuatan untuk melawan ISIS dan mencegah ISIS merekrut anggota baru.

Leave a Reply