Korut “Murka” Putuskan Diplomasi dengan AS

Pemerintah Korea Utara (Korut) akan menutup jalur diplomasi dengan Amerika Serikat (AS) menyusul sanksi yang dijatuhkan AS Kim Jong-un dan 10 pejabat tinggi Korut.

Jalur diplomasi tersebut, merupakan satu-satunya jalur diplomasi yang dimiliki kedua negara.

Dilansir dari Reuters, pemutusan jalur diplomasi tersebut membuat Korut tidak akan kompromi dengan semua hal antara kedua negara. Korut menyatakan akan menggunakan hukum perang mereka terhadap dua warga AS yang ditahan di negara tersebut.

Sebelumnya, Korut menegaskan bahwa apa yang dilakukan AS adalah deklarasi perang yang tidak bisa dimaafkan.

“Penjatuhan sanksi adalah tindakan permusuhan terburuk yang pernah dilakukan AS dan deklarasi perang terbuka. Apa yang AS lakukan saat ini, tidak puas hanya dengan terus mengeluarkan fitnah terhadap Korut, adalah kejahatan terburuk yang tidak akan pernah bisa diampuni,” kata Kementerian Luar Negeri Korut beberap waktu lalu.

Sanksi tersebut untuk pertama kalinya dijatuhkan AS kepada pejabat Korea Utara termasuk Kim Jong-un. Sanksi berupa, pembekuan harta para pejabat Korut yang berada dalam yurisdiksi AS dan melarang orang atau badan di AS untuk melakukan transaksi dengan para pejabat atau entitas tersebut.

Pemerintah AS menyatakan, Kim Jong-un dan para pejabat tersebut dituding bertanggung jawab langsung terhadap sejumlah pelanggaran HAM di negaranya.

Sanksi terhadap Kim Jong-un dan 10 pejabat top Korea Utara itu, bersamaan dengan keluarnya laporan Departemen Luar Negeri mengenai berbagai pelanggaran di korea Utara.

Dalam laporan tersebut, diperkirakan antara 80 ribu hingga 120 ribu orang menjadi tahanan di kamp-kamp di Korea Utara. Mereka kerap disiksa, alami kejahatan seksual, dan dieksekusi.

Tinggalkan komentar