Home » Alutsita Canggih » Mengenal Kapal Induk Nuklir Andalan Perancis, Charles de Gaulle

Mengenal Kapal Induk Nuklir Andalan Perancis, Charles de Gaulle

Kapal induk Charles de Gaulle milik Angkatan Laut Prancis akan menjalani perbaikan dan modernisasi selama 18 bulan yang akan dimulai pada Februari 2017.

Charles de Gaulle akan menjalani penyempurnaan pada jaringan komputer, peralatan komunikasi, sistem sensor dan upgrade pada sistem tempurnya.

Kapal induk Charles de Gaulle terhitung sudah melakukan perjalanan mengelilingi dunia sebanyak 30,5 kali (1.218.838 km) dan beroperasi selama 2071 hari di laut (lima tahun) tanpa gangguan.

Tercatat sebagai kapal induk terkecil diantara kapal induk negara-negara lain dengan daya angkut 30 pesawat tempur atau 40 pesawat dengan beban maksimal.

Komposisi sayap udara terdiri dari jet tempur omnirole Rafale untuk pertahanan udara dan pesawat penyerang sedangkan Super Etendard sebelumnya digunakan sebagai pesawat serang maritime. Charles de Gaulle juga mengangkut pesawat peringatan dini E-2CS, helikopter anti kapal selam AS365 Dauphin dan helikopter Cougars sebagai unit SAR.

Sama seperti kapal induk sekelas CVN (Aircraft Nuclear Propulsion), Charles de Gaulle menggunakan sistem penerbangan dan pendaratan CATOBAR yang terdiri dari 2 ketapel. Ketapel yang digunakan mirip dengan yang digunakan pada kapal induk Nimitz milik AS.

Charles de Gaulle merupakan satu-satunya kapal induk nuklir diluar AS yang masih aktif hingga saat ini. Charles de Gaulle ditenagai oleh 2 reaktor nuklir K-15 yang menggerakkan dua baling-baling yang juga dikombinasi dengan tenaga generator diesel.

Charles de Gaulle dilengkapi rudal pertahanan udara menengah Aster 15 dan peluncur Simbad dengan rudal jarak dekat Mistral SAM.