Home » Alutsita Canggih » Persimpangan Utama Israel-Gaza Akhirnya Dibuka

Persimpangan Utama Israel-Gaza Akhirnya Dibuka

Pemerintah Israel dikabarkan telah membuka persimpangan Erez, yakni persimpangan utama yang menghubungkan Israel dengan Gaza, Rabu kemarin (13/7/2016). Dibukanya akses persimpangan tersebut merupakan kali pertama dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir.

“Israel membuka titik persimpangan utama antara Israel dan Gaza pada hari Rabu untuk memungkinkan pergerakan kendaraan yang membawa barang untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun,” ujar seorang pejabat Israel yang identitasnya disamarkan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (14/7/2016).

Persimpangan ini akhirnya dibuka setelah banyaknya keluhan dari warga di sejumlah kota di Israel tentang banyaknya truk yang membawa barang ke Gaza melewati wilayah mereka. Pergerakan truk ini menyebabkan kemacetan parah di sejumlah kota di Israel.

Pada bulan Mei lalu, Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengatakan Erez akan dibuka untuk memudahkan lalu lintas komersial ke Jalur Gaza dan mengurangi kemacetan di Kerem Shalom. Langkah itu dilakukan sekaligus untuk meringankan blokade yang dilakukan ke Gaza sejak 2007.

Seorang juru bicara untuk COGAT (Coordinator of Government Activities in the Territories), badan di Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan pemerintah di wilayah Palestina, menegaskan kendaraan telah memasuki Gaza melalui persimpangan Erez.

“Langkah ini telah diambil untuk memfasilitasi pekerjaan importir Palestina dan dengan demikian membantu perekonomian Jalur Gaza,” kata juru bicara.

Salah seorang pejabat pemerintahan Israel sempat mengungkapkan bahwa Israel berharap warga Gaza hidup dengan lebih bermartabat lewat pembukaan Terminal Erez. Dengan dibukanya terminal tersebut, setidaknya 300 dari 600 truk yang melintas di Kerem Shalom akan melewati Erez. Tetapi, jika kembali terjadi serangan oleh warga Palestina, maka terminal tersebut akan kembali ditutup.

Tepatnya pada tahun 2000, Israel pertama kali menutup lalu lintas komersial lewat Terminal Erez setelah meletusnya revolusi Palestina. Erez pun kembali diblokade, dibatasi untuk perlintasan individu, pada tahun 2007. Sejak saat itu, barang-barang hanya bisa dikirim melalui Kerem Shalom di selatan Gaza.

Di Jalur Gaza sendiri, terdapat sekitar 1,95 juta warga Palestina, yang sebagian besar menggantungkan hidup dari bantuan kemanusiaan yang dibawa dengan menggunakan truk.