Home » Alutsita Canggih » Jelang Latihan Perang, China Ancam AS Hentikan Patroli di Laut China Selatan

Jelang Latihan Perang, China Ancam AS Hentikan Patroli di Laut China Selatan

Ketegangan di wilayah laut china Selatan semakin meningkat pasca-putusan pengadilan arbitrase (PCA) di Den Haag yang memenangkan gugatan Filipina beberapa waktu lalu.

Baru-baru ini, Petinggi militer China mengancam Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan patroli di sekitar proyek-proyek reklamasi China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan. Menurut China, akan ada bencana bagi patroli AS, jika terus nekat menggelar patroli.

Ancaman itu dilontarkan Sun Jianguo, seorang Laksamana dan Wakil Kepala Staf Gabungan Departemen Komisi Militer Pusat China. menurutnya, kebebasan navigasi memang tidak pernah menjadi ancaman, namun, tindakan lebih lanjut dari agresi militer bisa memiliki dampak yang mengerikan.

”Kapan kebebasan navigasi di Laut China Selatan memiliki pengaruh? Ini belum, apakah di masa lalu atau sekarang, dan di masa depan tidak akan ada masalah selama tidak memainkan trik,” kata Sun Jianguo seperti dikutip Sputniknews, Selasa (19/07/2016).

Sun Jianguo menambahkan, China secara konsisten menentang apa yang disebut sebagai kebebasan navigasi militer dan tidak menghormati hukum laut internasional. Kebebasan navigasi militer semacam itu, dinilai merusak kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan.

Amerika Serikat (AS) selama ini memang terus berpatroli di Laut China Selatan dengan dalih menegakkan kebebasan bernavigasi. Menurut AS, Laut China Selatan masuk wilayah internasional.

Ketegangan di Laut China Selatan dikhawatrkan akan mencapai puncaknya. sepertid diketahui, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA-AF) pada Jumat lalu telah menerbangkan pesawat pengebom nuklir H-6K di atas Scarborough Shoal, wilayah yang disengketakan antara China dan Filipina di Laut China Selatan.

China juga terus meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Laut China Selatan dengan berencana menggelar serangkaian latihan perang pada kamis besok ((21/07/2016). Selama latihan tersebut, militer negeri tirai bambu tidak akan mengizinkan setiap kapal sipil melintas.