Libya Merasa 'Dilecehkan' Prancis - JakartaGreater

Libya Merasa ‘Dilecehkan’ Prancis

Kehadiran pasukan Prancis di wilayah barat dan timur Libya mendapat protes keras dan Pemerintah persatuan Libya. Menurut Pemerintah Libya, kehadiran pasukan Prancis tanpa kordinasi sama sekali. Dewan Presiden Libya langsung meminta penjelasan kepada Prancis, karena tindakan Prancis dinilai sebagai bentuk tidak diakuinya kedaulatan Libya.

Kehadiran pasukan intelejen khusus Prancis dalam rangka menjalin kerja sama dengan pasukan Khalifa Haftar, yang selama ini tidak mengakui keberadaan pemerintah Libya yang berada di Tripoli. Kelompok ini juga kerap melakukan serangan kepada kelompok milian di negara itu.

“Dewan presiden mengungkapkan ketidakpuasan mendalam atas tindakan Prancis di wilayah timur Libya yaitu operasi intelijen tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu,” kata pemerintah persatuan Libya, dikutip dari Reuters, Kamis (21/7/2016).

Tinggalkan komentar