Bocah Suriah Minta Diselamatkan Seperti Pokemon

Bocah-bocah Suriah malang ini berfoto sambil memegang secarik kertas bergambar karakter Pokemon dan meminta pertolongan kepada dunia untuk menyelamatkan mereka dari perang. Foto ini diunggah oleh media Pasukan Revolusioner Suriah atau Revolutionary Forces of Syria (RSF), sebuah organisasi berbagi berita yang berafiliasi dengan oposisi Suriah, di akun media sosial dan hingga kini telah beredar luas di dunia maya.

Dalam foto-foto tersebut, anak-anak Suriah dengan mimik wajah yang sedih, memegang gambar karakter Pokemon dan tulisan: “Saya di sini, datanglah selamatkan saya.”

“Saya berada di Kafr NABL di pinggiran Idlib, datang dan selamatkan saya,” tulis salah seorang bocah Suriah.

“Saya berada di Kafr Zeta, selamatkan saya,” tulisan yang tertera pada kertas bocah Suriah lain.

Tulisan dan gambar Pokemon itu seolah menjadi sindiran bagi dunia internasional yang kini tengah dilanda demam Pokemon Go, permainan berteknologi augmented reality (AR) yang akan meminta pemainnya melakukan perjalanan untuk menemukan dan mendapatkan karakter Pokemon. Melalui foto tersebut, anak-anak Suriah yang menjadi korban perang berharap publik dunia mencari mereka dan menyelamatkannya seperti karakter Pokemon.

Foto-foto bocah-bocah Suriah memegang gambar karakter Pokemon ini dipublikasikan setelah lebih dari 50 warga sipil Suriah terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi. Mirisnya lagi, sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak. Publikasi foto ini pun memang ditujukan agar perhatian publik dunia bisa kembali menyoroti penderitaan rakyat Suriah karena kenyataannya kini perhatian publik terhadap penduduk Suriah justru mengendur.

Kondisi anak-anak Suriah kini memang memprihatinkan. Mereka tidak lagi bisa bersekolah. Bagi bocah-bocah ini, berbagai serangan udara, baik dari Rusia maupun koalisi pimpinan Amerika Serikat, merupakan sesuatu yang wajar terjadi sehari-hari di Suriah. Juru bicara RFS juga menambahkan bahwa anak-anak Suriah adalah korban perang dan serangan brutal, serta kerap menjadi sasaran serangan udara.