Home » Istri Santoso Ikut Angkat Senjata

Istri Santoso Ikut Angkat Senjata

  • Uncategorized

Pasca penangkapan Delima, Mabes Polri masih terus mendalami peran istri kedua Santoso tersebut dalam kegiatan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Delima diketahui hamper satu tahun ikut mendampingi Santoso menjadi pemimpin kelompok MIT di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan bahwa Delima ikut berperan dalam gerakan yang dilancarkan Santoso. Bahkan, Delima ikut angkat senjata dalam gerakan tersebut.

“Kalau dilihat dari keterlibatannya bahwa yang bersangkutan (Delima) ikut latihan perang, kemudian ikut memanggul senjata api laras panjang ,” ujar Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (24/7/2016).

Pihak kepolisian juga masih mendalami keterangan Delima dalam peristiwa baku tembak pada Senin lalu (18/7/2016), di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang mengakibatkan tewasnya Santoso. Polisi ingin mengetahui lokasi pelarian Delima ketika kontak senjata terjadi.

“Delima lari ke mana dan dua orang temannya ke mana. Kemudian keterlibatannya selama ini yang kita ketahui dan apa saja yang bisa dia ceritakan untuk bisa mengungkap jaringan DPO yang ada,“ imbuh Martinus.

Tim Satgas Tinombala berhasil menangkap istri Santoso di sekitar Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/7/2016), sekitar pukul 09:30 WITA. Istri kedua Santoso diketahui bernama Jumiatun Muslimayatun alias Atun alias Delima, asal Bima, NTB.

Delima merupakan orang yang menjadi incaran petugas karena ikut dalam pelarian kelompok teroris bersama suaminya Santoso. Saat terjadi baku tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok Santoso yang berjumlah lima orang di Tambarana, Poso Pesisir Utara Senin petang (18/7/2016), tiga anggota kelompok Santoso berhasil melarikan diri, yakni satu pria dan dua wanita. Polisi menduga tiga orang yang kabur yakni Basri, sementara dua perempuan tersebut merupakan istri Basri dan istri Santoso, yang kini sudah berhasil ditangkap. Santoso sendiri telah dipastikan tewas tertembak.

Dengan tertangkapnya istri pentolan Mujahidin Indonesia Timur Santoso, jumah buron terror kelompok Santoso kini tinggal 18 orang termasuk Basri dan Ali Kalora.