China Lebih Agresif Kembangkan Pesawat Tempur Siluman daripada Rusia

Angkatan Udara China (PLAAF) diyakini telah menerima empat jet tempur siluman J-20 yang telah menyelesikan pengujian dan uji penerimaan baru-baru ini. Resimen Pertama Angkatan Udara China ini sudah dapat menerima dan mengaktifkan Skuadron siluman J-20 pada bulan Juni tahun 2017 dan diharapkan sudah siap tempur pada tahun 2019.

Dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Design Institute. Pesawat siluman interceptor J-20 melakukan penerbangan pertama pada tahun 2011. J-20 memiliki dua weapon bay dibawah pangkal sayap yang dapat menyimpan rudal jarak pendek PL-9 / PL-10 (Python versi China). Weapon bay utama dibawah badan dapat membawa empat rudal udara ke udara medium PL-15 (AMRAAM versi China) atau rudal ramjet udara ke udara jarak jauh baru PL-21 (Meteor versi China) atau dapat diganti dengan rudal udara ke permukaan atau bom presisi untuk misi serangan darat.

Pada tahun 2015, Rusia memproduksi secara lambat jet tempur siluman PAK FA (T-50) dan mengurangi pesanan awal menjadi 12 unit karena kesulitan ekonomi. Rusia akan mulai memproduksi serial T-50 PAKFA pada tahun 2017, setelah menyelesaikan semua pengujian secara lengkap. Karena rumit dan kompleksitas pengembangan pesawat tempur siluman serta pembengkakan biaya pengembangannya, Angkatan Udara Rusia terpaksa tetap mempertahankan armada besar pesawat tempur generasi keempatnya, seperti Sukhoi Su-27, Su-30SM dan Su-35S.

Leave a Reply