Angkatan Udara Amerika Perpanjang Usia F-15 Tua Hingga 2040

Pertama diterbangkan pada 1970-an, Angkatan Udara masih berpotensi menerbangkan F-15 Eagle tua hingga 2040s, menurut seorang pejabat top Angkatan Udara.

Dengan kata lain Angkatan Udara mungkin masih mempertahankan pesawat tua untuk mengudara lebih lama dari yang direncanakan sebelumnya, sementara itu F-15 Eagle adalah armada terkecil dan tertua dalam sejarah.

Rata-rata usia pesawat Angkatan Udara adalah 27 tahun. Pesawat telah terus terbang dalam misi tempur selama beberapa dekade, dan kadang sulit menemukan suku cadang karena usia pesawat semakin tua, kata pejabat berwenang.

Pekerjaan untuk memperoleh, mempertahankan dan modernisasi lebih dari 2.000 pesawat dilakukan oleh Direktorat Pesawat Tempur dan Pengebom di Wright-Patterson, tenaga kerja sekitar 3.000 orang di seluruh negeri, kata Brigjend. Michael J. Schmidt, yang sejak April telah menjadi pejabat eksekutif Program Direktorat.

Pertimbangannya bahwa B-52 Stratofortress terakhir dirakit pada tahun 1962; Thunderbolt II A-10, F-15 dan F-16 Fighting Falcon pertama terbang pada 1970-an; B-1 Lancer pada 1980-an; dan pembom B-2 Spirit telah diterbangkan dua dekade.

“Jika Anda berpikir tentang pesawat-pesawat itu, sejak awal mula beroperasi, maka teknologi didalamnya lebih tua dari itu,” kata Schmidt. “(Ini adalah) pekerjaan yang cukup banyak dalam keberlanjutan warisan armada udara itu.”

Sekitar 20 persen dari B-1 pembom, misalnya, masalah suku cadang bisa mencapai dua kali lebih tinggi daripada pesawat militer lainnya, katanya. “Suku cadang yang sudah tidak diproduksi lagi dan vendor yang telah hilang adalah hal yang kita hadapi pada setiap programnya, tapi tentu saja pesawat yang lebih tua akan semakin sulit untuk menemukan suku cadangnya meskipun ada industri yang mau memproduksinya ataupun yang mampu memproduksinya”, katanya.

Untuk beberapa kebutuhan, Fasilitas Rapid Development Integrasi di Wright-Patterson telah membuat peralatan, kata Schmidt.

Pada saat yang sama, Angkatan Udara menghadapi kekurangan pekerja terampil di depot pemeliharaan, kata jenderal bintang satu itu. Lebih dari 25.000 karyawan bekerja di tiga depot Angkatan Udara di pangkalan di Georgia, Oklahoma dan Utah.

ELANG DI LANGIT

Angkatan Udara telah memulai pengujian kelelahan (fatique test) dari F-15 untuk menentukan apakah masih bisa digunakan hingga tiga kali dari masa hidup aslinya, kata Schmidt.

“Kami akan mencari tahu melalui proses pengujian kelelahan apa hal-hal yang melanggar dan berapa banyak kita harus berinvestasi untuk mempertahankan pesawat itu untuk bisa dipakai tiga kali siklus hidupnya dan kemudian membuat beberapa keputusan tentang apakah kita mampu untuk melakukan itu, “kata Schmidt.

Salah satu alasan Angkatan Udara perlu terbang F-15 lagi adalah karena hanya mampu membeli sedikit F-22 Raptors untuk menggantikan F-15, ujar seorang analis penerbangan. Alasan lain adalah lebih lambatnya untuk membeli F-35 Joint Strike Fighter, tidak sesuai harapan Angkatan Udara yang awalnya menyatakan siap untuk bergabung dengan armada tahun ini setelah mengalami penundaan tahun dan permasalahan teknis.

Akhirnya, F-35A akan menggantikan A-10 dan F-16.

“Kematian awal program F-22, sejalan dengan pengadaan F-35 yang lebih lambat dari perkiraan, berarti bahwa generasi terakhir perlu bertahan lebih lama,” Richard Aboulafia, analis Teal Group di Virginia, menulis dalam sebuah email. “Karena F-15 adalah termasuk pesawat tempur dan penyerang taktis, maka dari itu akan tetap beroperasi selama beberapa dekade yang akan datang.”

Dalam beberapa pekan terakhir, anggota kongres telah meminta Angkatan Udara untuk mengeksplorasi produksi ulang Raptor. Setelah melihat sebuah armada berjumlah 750 pesawat tempur, Pentagon memangkas hingga 187 pesawat keluar dari anggaran yang memprihatinkan dan pesawat tempur siluman terakhir dibangun pada tahun 2011.

Schmidt mengatakan ia akan membiarkan para pengambil keputusan menentukan kebutuhan jet, “tapi semakin lama kita menunggu maka semakin mahal dan semakin sulit untuk dapat dikumpulkan kembali dari para pemasok.”

Sebagai contoh, Pratt & Whitney yang berbasis di Connecticut ,tidak lagi merakit mesin jet, katanya.

F-15 USAF
F-15 USAF

PERTANYAAN F-15

Mempertahankan F-15 terbang hingga 2040 tergantung pada bagaimana ancaman berkembang, misi apa yang menjadi prioritas tertinggi dan biaya untuk menjaga pesawat layak terbang, kata analis pertahanan lain.

“F-15 tua yang sudah tidak beroperasi lagi, karena tidak bisa bermanuver dan terbang dengan kecepatan supersonik selama puluhan tahun tanpa itu mengambil tol pada pesawat,” ujar Loren Thompson, seorang ahli pertahanan di Lexington Institute, dalam sebuah email.

“Belum jelas bahwa pesawat non-siluman seperti F-15 akan dapat dengan aman melintasi udara musuh dalam 30 tahun kedepan – bahkan dengan upgrade seperti peralatan jamming baru,” tambahnya.

Seperti F-15, Direktorat Fighters dan Bombers melakukan modernisasi pesawat tua dengan perbarui peralatan komunikasi, radar, navigasi dan sistem pertahanan dan senjata, serta mengelola program militer asing dari pesawat Angkatan Udara dijual di luar negeri, seperti F-15 ke Arab Saudi, F-16 ke Irak, dan A-29 ke Afghanistan dan Libanon, kata Schmidt.

Direktorat telah mendorong manajer program untuk bekerja bersama industri pertahanan untuk menginstal teknologi pesawat baru lebih cepat melalui “arsitektur terbuka” dan bekerja dengan usaha kecil untuk membawa inovasi, kata Schmidt.

Depot Angkatan Udara juga telah menambahkan kemampuan baru, seperti bekerja pada perangkat lunak komputer F-16, dalam beberapa tahun terakhir, ia menambahkan.

Sumber: Military.com

Kiriman : Vegassus

0 Shares

Tinggalkan komentar