Home » Alutsita Canggih » Amarah Rusia dan Tiongkok Soal Antirudal AS di Korsel

Amarah Rusia dan Tiongkok Soal Antirudal AS di Korsel

Rusia dan Tiongkok gencar mengkritik langkah Amerika Serikat (AS) mengenai sistem pertahanan rudal di Korea Selatan (Korsel). Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengkritik keras langkah Korsel mengerahkan sistem pertahanan antimisil mutakhir dari Amerika Serikat (AS) untuk menangkal ancaman rudal Korea Utara. THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) dinilai dapat merusak rasa saling percaya, serta akan menggoyahkan keamanan regional.

Sependapat dengan Tiongkok, Rusia juga terang-terangan menentang pengerahan sistem tersebut. Rusia pun bergabung dengan Beijing untuk memperingatkan AS bahwa THAAD dapat memunculkan masalah dengan konsekuensi besar yang kemungkinan sulit untuk diperbaiki.

“Sistem pertahanan rudal tersebut cenderung merusak stabilitas regional. Kami berharap mitra kami (Korsel dan AS) akan menghindari segala tindakan yang dapat memunculkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia dalam upaya memberikan peringatan pada Washington dan Seoul.

8 Juli 2016, Korea Selatan dan AS telah mengumumkan bahwa mereka telah membuat keputusan akhir untuk mengerahkan sistem pertahanan THAAD di Korsel untuk melawan ancaman rudal dari Korea Utara, di tengah meningkatnya ketegangan antara sekutu dan Korut. Sistem antirudal THAAD ini sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak AS.

Namun langkah tersebut langsung dibanjiri kecaman dari Rusia dan Tiongkok. Instalasi THAAD tersebut dipandang sebagai upaya terselubung oleh AS untuk melemahkan penangkal nuklir milik Beijing dan Moskow.

Selasa lalu, seorang mantan inspektur senjata PBB sekaligus ahli rudal senior di International Institute for Strategic Studies di Washington DC membahas kemampuan teknis sistem antirudal THAAD dan juga mempelajari keberatan Rusia dan Tiongkok terhadap pengembangan sistem tersebut.

THAAD dibangun oleh Lockheed Martin Corp dan dirancang untuk menghalau rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah dengan mencegat mereka di atmosfer bumi. Rencananya, AS dan Korsel akan mengoperasikan THAAD pada akhir 2017 mendatang.