Raytheon dan Angkatan Udara AS Uji Sistem Bom Diameter Kecil SDB-II

Raytheon dan Angkatan Udara AS mulai uji terbang Bom Diameter Kecil II, atau SDB II, dalam serangan terkoordinasi dan mode serangan diterangi laser, perusahaan mengatakan pada Senin.

SDB II memiliki tiga mode pencari canggih, memungkinkan senjata untuk menggunakan pencitraan inframerah, radar gelombang milimeter dan bimbingan laser semi-aktif untuk menemukan target di medan perang, Raytheon dalam sebuah pernyataan.

Dalam mode koordinat serangan, SDB II memanfaatkan sistem GPS onboard untuk menyerang sasaran tetap dari posisi dekat dan dalam rentang diatas dari 40 mil.

SDB II menggunakan kemampuan laser semi-aktifnya untuk melacak dan menghilangkan target dalam modus laser.

Tes terbaru memverifikasi kesiapan sistem senjata, Raytheon mengatakan, dan program ini bergerak menuju tahap berikutnya yaitu kepercayaan pemerintah dan pengujian operasional.

Raytheon-GBU-53B-SDB-II-2S dalam pengembangan (www.ausairpower.net)

Raytheon dan Angkatan Udara terus memperbaiki kemampuan serangan normal dengan melakukan tes penerbangan terhadap target tetap dan bergerak dalam mode yang menggunakan pencitraan pelacakan infra merah dan gelombang milimeter serta target yang diklasifikasikan beroda ataupun perahu. Pengujian akan berlangsung pada musim panas ini.

SDB II dapat menghancurkan target lunak dan lapis baja dengan jejak peledak kecil.

Sumber: Spacedaily.com