Iran Siap Pamer Kekuatan Militer di International Army Games

Kontingen militer Iran, Korps Pengawal Revolusi Islam, milisi Islam Basij dan polisi akan mengambil bagian dalam International Army Games yang dimulai di Rusia dan Kazakhstan, Sabtu.

Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, Kolonel Angkatan Udara Iran Mehdi Ahmadi Afshar, komandan tim kendaraan lapis baja nasional, menjelaskan skuad Iran sebagai “yang kuat dan berkualitas tinggi”.

“Kami mengumpulkan tim berkualitas yang kuat dan berkualitas tinggi dari militer reguler, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC – Islamic Revolutionary Guard Corps), tentara Basij serta petugas polisi ikut bersaing di Masters of Armed Vehicle, Tank Biathlon, Elbrus Ring, Pertahanan Udara Langit Cerah dan acara menyelam yang akan diadakan di berbagai kota-kota Rusia. Penembak jitu kami juga akan ambil bagian dalam kompetisi Sniper Frontier di Kazakhstan”, katanya

Kolonel Afshar menambahkan bahwa tim Iran telah menjalani pelatihan kilat selama enam bulan untuk mengasah keterampilan mereka menjelang kontes bergengsi.

Dia mengatakan bahwa ada pilihan yang ketat dari calon peserta yang diadakan di setiap layanan cabang angkatan bersenjata Iran.
“Ini dilaksanakan, kami bekerja pada rentang dan diruang kelas serta mengadakan sejumlah besar kompetisi persahabatan dibawah pengawasan wasit profesional.”

Adapun prospek kami, yah sulit untuk dikatakan. Yang bisa saya katakan adalah bahwa dengan bantuan Tuhan, kami akan mencoba yang terbaik agar rakyat Iran dan pemimpin kita bangga dengan kinerja kami, “tambahnya. Ketika ditanya tentang pentingnya partisipasi dalam International Army Game, Kolonel Afshar mengatakan bahwa forum seperti ini dimaksudkan untuk menampilkan kesiapan tempur dan kekuatan dari negara-negara peserta.

“Tim Iran sepenuhnya menyadari hal ini dan menerima tantangan ini. Kami juga siap untuk berbagi pengalaman tempur kami dengan rekan-rekan kami. Forum seperti International Army Game adalah tempat yang sempurna dimana Anda dapat dan harus belajar banyak hal yang berguna”.

“Kami siap untuk meniru berbagai hal taktis dan teknis dari mitra kami dari Rusia dan negara-negara lain, dan berkenalan dengan persenjataan yang mereka gunakan. Kami berharap untuk kompetisi yang jujur dan kerja sama yang bermanfaat dengan rekan-rekan kami di sini”, kata Kolonel Mehdi Ahmadi Afshar menyimpulkan.

Ajang IAG , akan dimulai pada hari Sabtu, menyediakan kompetisi dalam 23 kategori. Sebanyak 121 tim dari 19 negara diseluruh dunia akan ambil bagian dalam Olimpiade yang dipantau oleh pengamat dari 11 negara.

Kompetisi meliputi, antara lainnya, tangki biathlon, manuver tempur jet, serta kontes untuk petugas kelautan dan penyelam, penangan anjing dan petugas medis militer.

Games ditetapkan untuk menjalankan sampai dengan 13 Agustus dengan China, Belarus dan Azerbaijan di antara para peserta.
Adapun negara-negara yang turut dalam ajang International Army Games adalah Rusia, Kazakhstan, China, Venezuela, Angola, Belarusia, Mesir, Iran, Azerbaijan, Zimbabwe, Armenia, Mongolia, India, Serbia, Kuwait, Kirgyztan, Nikaragua, Tajikistan, Yunani, Afrika Selatan, Vietnam dan Maroko.

Sementara negara-negara pengamat antara lain Arab Saudi, Aljazair, Myanmar, Austria, Namibia, Jerman, Israel, Kuba dan Indonesia.

Sumber: sputniknews.com dan eng.armygames2016.mil.ru

Leave a Reply