F-16 Pakistan, si Ular Berbisa Mematikan dari Asia Selatan

Enam pesawat tempur F-16 C/D Block 52+ Angkatan Udara Pakistan dari Skuadron 5 “Falcons” saat ini ikut ambil bagian dalam latihan Green Flag dan Red Flag di Nellis Air Force Base, Nevada.

Ini adalah kedua kalinya si Viper Pakistan mengikuti latihan udara bergengsi setelah yang pertama pada tahun 2010 lalu.

Pakistan adalah negara kedua (setelah Israel) yang pernah menggunakan jet tempur F-16 dalam pertempuran udara yang nyata.

Saat invasi Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979, para pengungsi dan pejuang Afghanistan sering menggunakan wilayah Pakistan untuk bersembunyi atau melakukan serangan terhadap posisi pasukan Soviet di Afghanistan. AS juga menggunakan wilayah Pakistan sebagai jalur pengiriman persenjataan ke gerilyawan Afghanistan.

Hal ini sering mengakibatkan pesawat-pesawat tempur Soviet melanggar wilayah udara Pakistan. Untuk mencegah penyusupan pesawat Soviet, Angkatan Udara Pakistan menggunakan F-16 untuk menghadangnya.

Antara Mei 1986 sampai November 1988, F-16 Pakistan telah menembak jatuh setidaknya delapan pesawat penyusup Soviet. Diantaranya satu jet Su-22, satu pesawat yang belum diketahui, dan satu An-26 ditembak jatuh oleh dua pilot dari Squadron 9 Falcon. Pilot dari Skuadron 14 merontokkan lima pesawat tempur penyusup lainnya (dua Su-22, dua MiG-23S, dan satu Su-25).

Sebagian besar jet tempur Soviet dirontokkan dengan rudal AIM-9 Sidewinder, sedangkan satu Su-22 dihancurkan dengan tembakan meriam. Satu F-16 Pakistan hilang saat terjadi pertempuran udara antara dua F-16 dan enam pesawat tempur Angkatan Udara Afghanistan pada 29 April 1987. Namun jatuhnya F-16 mungkin akibat tembakan dari teman sendiri yang dihantam rudal Sidewinder.

Leave a Reply