Tiga Matra TNI Gelar Latihan Perang di Danau Toba

Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 di Pantai Bebas Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, pada hari ketiga 31 Juli, dimeriahkan dengan atraksi Tiga Matra TNI. Atraksi berupa simulasi latihan perang yang dilakukan di Danau Toba.

Simulasi perang tiga matra TNI disertai penyerangan udara ke air di danau toba dengan menerjukan 42 penerjun payung.

“Disamping kita ikut berpartiispasi dalam acara Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016, juga sesuai dengan arahan pimpinan: TNI adalah rakyat, rakyat adalah TNI,” kata Asisten Operasi Pasmar II Jakarta Kolonel Marinir Asril Tanjung di Pantai Bebas Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (31/7).

Simulasi berupa mobilisasi serangan udara yang diperagakan tiga pesawat tempur TNI AU Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12 Pekanbaru. Selain itu juga melibatkan serangan dari udara ke darat yang dilakukan pasukan Amfibi Marinir dan aksi paramotor. Sebanyak 42 penerjun payung dipimpin Detasemen Matra 2 Paskhas terlibat dengan melakukan fly pass dan atraksi terjun payung yang mengunakan DZ atau daerah penerjunan di air ( Danau Toba ).

“Untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit, terjun freefall yang biasa dilakukan di laut kita lakukan di danau. Tak menutup kemungkinan dalam tugas ke depan mereka harus mampu melakukan hal itu,” ujar dia.

Para peterjun tersebut berasal dari satuan elit TNI baik TNI AD,AL maupun AU, sementara Detasemen Matra 2 Paskhas sendiri melibatkan 7 personel sebagai Tim VCP ( Vicual Contack Post ) yang bertugas menyiapkan DZ dan mengarahkan pesawat serta menentukan release terjun.

Detasemen Matra 2 Paskhas sendiri melibatkan 7 personel sebagai Tim VCP ( Vicual Contack Post ) yang bertugas menyiapkan DZ dan mengarahkan pesawat serta menentukan release terjun.

Kegiatan itu bertujuan memberikan keyakinan pada masyarakat bahwa TNI memiliki penerjun-penerjun handal untuk mengamankan Negara Kesatuan Republik Indoensia. Puluhan penerjun TNI terjun dari ketinggian 6.000 kaki dari permukaan Danau Toba.

“Para penerjun rata-rata memiliki jam terbang di atas 2.000 lebih. Disamping melatih kemampuan, kami juga ingin meningkatkan animo masyarakat khususnya anak-anak. Apalagi yang bercita-cita menjadi TNI baik itu Darat, Laut dan Udara, TNI siap untuk putra-putri daerah terbaik,” kata dia.

Masyarakat dan wisatawan yang datang ke Danau Toba pun antusias melihat aksi para prajurit TNI. Mereka bertepuk tangan dan terlihat sangat terhibur dengan rangkaian aksi itu.

Sementara itu, Ketua Ponguan Simbolon Boru Indoensia (PSBI) Effendi Simbolon mengatakan, simulasi itu merupakan rangkaiam seluruh kegiatan Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016. “Ini bentuk kemanunggalan TNI dan masyarakat Adat Batak. Panglima TNI sendiri merestui untuk menggelar latihan di Danau Toba. Dan ini merupakan kali pertama di Danau Toba,” kata Effendi Simbolon.

Menurut Effendi, dengan keindahan alam Danau Toba dipadukan dengan simulasi aksi prajurit TNI tentu menjadi sebuah hal yang menarik untuk dikunjungi masyarakat dan wisatawan.

“Out of the box lah. Jangan terlalu monoton. Jadi inilah yang bisa kami lakukan. Saya berterimakasih kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara, dan seluruh pihak yang terlibat,” pungkas dia. (marksman/ sumber : metrotvnews.com dan paskhas.mil.id)