KORSEL – AS Bahas Transfer Teknologi Untuk Jet Tempur KF-X

WASHINGTON – Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka di Washington sehubungan dengan transfer teknologi untuk proyek Seoul dalam mengembangkan jet tempur sendiri.

Delegasi Korea Selatan, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Hwang In-mo dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Ekonomi Lee Tae-ho, bertemu dengan delegasi AS, yang dipimpin oleh David Shear, Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Asia dan Pasifik, dan Gottemoeller, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional, Kamis (04/08/2016), menurut Korea Times.

Kedua belah pihak membahas beberapa isu kebijakan luar negeri dan keamanan kunci, termasuk transfer teknologi penting untuk pengembangan jet tempur milik Korea Selatan yang seharusnya untuk menggantikan F-4 dan F-5 yang menua.

Itu merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama dari Teknologi Pertahanan Strategi & Kerjasama Group (DTSCG), sebagai kelanjutan pembicaraan tingkat kerja kelompok yang diadakan pada bulan Maret lalu. DTSCG didirikan tahun lalu berdasarkan kesepakatan antar kepala pertahanan kedua negara.

Teknologi yang dimaksud adalah paket dari 21 teknologi Lockheed Martin yang diterapkan pada jet tempur F-35 Lightning II. Teknologi tersebut akan ditransfer ke Korea Selatan sebagai imbalan akuisisi 40 unit jet tempur F-35. Korea Selatan awalnya meminta 25 teknologi, tetapi pemerintah AS memveto transfer empat teknologi, yang menurut Korea Selatan bisa membahayakan seluruh proyek KF-X.

Teknologi yang dilarang adalah radar aktif elektronik pemindai array (AESA), penargetan optik elektronik pod, jammer pencarian inframerah dan frekuensi radio serta sistem pencarian dan pelacakan. Korea Selatan bertekad untuk mengembangkan teknologi tersebut di dalam negeri.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Korea Selatan juga meminta Amerika Serikat untuk memberikan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan kendaraan udara tak berawak ketinggian medium (MUAV), kata pejabat itu. Washington mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan hal tersebut, tambahnya.

Biaya proyek KF-X diperkirakan 8,5 trilyun won (7,6 milyar dolar). Sementara pemerintah Korea Selatan berencana untuk menghabiskan 10 triliun won lagi (9 milyar dolar) untuk membangun jet tempur 120 KF-X setelah Riset & Pengembangan selesai.

Sumber: IHS Jane