Home » Alutsita Canggih » Alasan Tiongkok Bakal Makin Memusuhi AS

Alasan Tiongkok Bakal Makin Memusuhi AS

Rencana penyebaran sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) oleh Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel) membuat Tiongkok memiliki alasan untuk menjadikan AS sebagai musuh. Hal itu disampaikan pakar pertahanan AS di kelompok think-tank Cato Istitute, Ted Carpenter, Senin (8/8/2016).

Carpenter mengatakan, langkah AS menyebar sistem rudal THAAD memiliki konsekuensi luas terhadap keamanan Asia. Menurutnya, tindakan AS tersebut bukan langkah konstruktif bagi perdamaian di Asia.

”Korsel dan AS harus menyadari bahwa keputusan ini dapat memiliki dampak yang tidak menguntungkan pada keamanan dan perdamaian secara keseluruhan di Asia Timur,” ujar Carpenter dalam sebuah wawancara dengan Xinhua.

Pada bulan Juli lalu, Seoul dan Washington mengumumkan perjanjian untuk menginstal satu baterai THAAD di Korsel pada akhir tahun depan. Penempatan sistem rudal THAAD itu diklaim untuk mencegah rudal balistik Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara (Korut).

Negeri tirai bambu dan negeri beruang merah telah menyatakan perlawanan kuat atas rencana penyebaran THAAD AS di Semenanjung Korea. Pasalnya, sistem rudal tersebut jauh melebihi kebutuhan pertahanan yang sebenarnya untuk Korsel. Sistem rudal tersebut dianggap Tiongkok dan Rusia sebagai ancaman strategis bagi mereka.

Carpenter menambahkan, meskipun penyebaran sistem THAAD terutama ditujukan untuk menghalangi Korut dan perilakunya yang tidak bertanggung jawab, namun strategi AS ini tetap memiliki efek yang bisa membuat Tiongkok jera.

“Tiongkok memiliki cukup alasan untuk menganggapnya sebagai bentuk permusuhan. Ini bukan sesuatu yang akan meningkatkan hubungan bilateral antara AS dan Tiongkok, namun justru sebaliknya,” ujarnya.

Ahli pertahanan AS melanjutkan bahwa Tiongkok jauh hari sudah curiga bahwa sistem rudal THAAD bukan hanya untuk membuat jera Korut, melainkan juga diarahkan pada Tiongkok.

“AS dapat menawarkan jaminan bahwa itu tidak (diarahkan pada Tiongkok). Tapi sekali lagi, jaminan hanya diketahui ketika ada fakta di lapangan,” katanya.

Sumber: sindonews.com